Jubir Kemlu Iran Respon Tudingan Menlu AS
-
Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rakyat Republik Islam selama beberapa dekade berturut-turut telah mencicipi "rasa persahabatan" Amerika Serikat dengan berbagai praktik jahat dan langkah tidak adil oleh negara ini.
Bahram Ghasemi mengungkapkan hal itu pada hari Rabu (24/1/2018) untuk mereaksi tuduhan tidak benar Mike Pence, Wakil Presiden AS dan kelanjutan permusuhan negara ini.
Sebelumnya, Wapres AS dalam pidatonya di hadapan pasukan Amerika di pangkalan militer negara ini di Yordania pada Minggu mengklaim bahwa Iran sedang mengejar keunggulan di Timur Tengah dan berubah menjadi kekuatan superior di kawasan sehingga mengancam sekutu-sekutu AS.
Pence yang berpidato di pangkalan militer AS dekat dengan perbatasan Suriah itu juga mengklaim bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir yang bisa digunakan.
Menanggapi hal itu, jubir Kemlu Iran mengatakan, Republik Islam Iran tidak pernah berusaha untuk mencapai senjata nuklir dan tidak akan pernah mengejarnya. Perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) benar-benar telah menunjukkan dengan nyata kebohongan beberapa tahun AS terhadap berbagai negara dan opini publik masyarakat internasional.
Ia menjelaskan, para pejabat AS diharapkan memahami dengan baik tentang peran dan partisipasi Iran dalam menumpas terorisme dan kebersamaannya dengan pemerintah dan rakyat Suriah dan Irak, di mana ini adalah alasan yang paling penting yang mencegah terwujudnya mimpi sejumlah negara trans-regional dan sekutu regional mereka serta para pendukung teroris.
Gashemi menegaskan, upaya permanen namun sia-sia para pejabat AS untuk menciptakan ancaman buatan dan palsu di Teluk Persia dan Timur Tengah semata-mata untuk melanggengkan instabilitas regional yang menguntungkan tujuan-tujuan jahat rezim Zionis Israel dan mencegah persatuan negara-negara Muslim untuk menghadapi rezim ini serta untuk memenuhi kepentingan ilegal ekonomi melalui penjualan persenjatan kepada negara-negara di kawasan. (RA)