Tegaskan Sikap, Iran Kirim Pesan untuk Presiden Perancis
-
Penasehat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati.
Penasehat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, mengatakan Iran tidak akan meminta izin dari negara manapun terkait kemampuan misilnya dan akan mengembangkan kekuatan rudal sesuai dengan kebutuhan pertahanannya.
Ali Akbar Velayati menegaskan hal itu dalam pertemuan dengan delegasi Perancis yang dipimpin oleh Jacques Hogard di Tehran, Ahad (11/2/2108).
"Harapan Iran kepada Perancis sebagai pelopor kebebasan di Eropa lebih besar dari negara-negara Eropa lainnya," tambahnya.
Iran, kata Velayati, berharap agar Presiden Emmanuel Macron mengambil sikap yang lebih solid mengenai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), daripada melakukan pertemuan bersama Jerman dan Inggris untuk membahas revisi JCPOA atas saran Presiden AS Donald Trump.
Dia menandaskan kesepakatan nuklir sudah tidak bisa ditambah atau dikurangi, dan jika Macron mengangkat isu program rudal selama perjalanannya ke Tehran, tentu ia menerima tanggapan negatif dari Republik Islam.

Velayati lebih lanjut menuturkan bahwa kepentingan Iran dan Perancis menuntut untuk mendukung stabilitas dan keamanan di Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad.
Sementara itu, Jacques Hogard mengatakan Perancis ingin mempererat hubungan dengan Iran di bidang politik, perdagangan dan budaya.
Delegasi Perancis yang datang ke Iran terdiri dari menteri, pejabat tinggi dan anggota parlemen.
Anggota delegasi Perancis lainnya mengkritik kebijakan mantan Presiden Francois Hollande di Asia Barat, terutama Suriah dan Lebanon. Mereka mengatakan jika tidak ada upaya Iran dan Rusia untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di Suriah, Daesh sekarang telah menjadi ancaman bagi dunia. (RM)