Amir-Abdollahian: Normalisasi Hubungan dengan Israel Rugikan Dunia Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51615-amir_abdollahian_normalisasi_hubungan_dengan_israel_rugikan_dunia_islam
Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, mengatakan fenomena normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan rezim Zionis Israel akan merugikan Dunia Islam.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 14, 2018 15:04 Asia/Jakarta
  • Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian.
    Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, mengatakan fenomena normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan rezim Zionis Israel akan merugikan Dunia Islam.

Hossein Amir-Abdollahian mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan sebuah delegasi parlemen dari Republik Azerbaijan di Tehran, Selasa (13/2/2018).

Rezim Zionis, lanjutnya, memainkan peran negatif dalam upaya untuk membangun solidaritas antara negara-negara Muslim.

"Jadi, fenomena normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel di wilayah Timur Tengah membawa kerugian serius bagi Dunis Islam," tegasnya.

Amir-Abdollahian juga menyinggung hubungan baik antara Iran dan Azerbaijan, dan mengatakan hubungan kedua negara dipengaruhi oleh ikatan sejarah dan interaksi kedua bangsa.

Sementara itu, ketua delegasi parlemen Azerbaijan mengatakan, hubungan antara Republik Islam Iran dan Republik Azerbaijan didasarkan pada persahabatan dan persaudaraan serta kesamaan budaya dan sejarah.

Dia menekankan solidaritas antara negara-negara Muslim adalah sebuah keniscayaan untuk memecahkan masalah Dunia Islam dalam situasi saat ini.

"Saat ini, Dunia Islam menghadapi masalah dan tidak ada jalan kecuali kerjasama dan interaksi konstruktif antara negara-negara Muslim untuk menyelesaikan masalah," tambahnya.

Delegasi parlemen Azerbaijan berkunjung ke Iran untuk menghadiri perayaan ulang tahun kemenangan Revolusi Islam di Tehran pada 11 Februari lalu. (RM)