Amir-Abdollahian: Saudi Mengejar Instabilitas Regional demi Ambisinya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51823-amir_abdollahian_saudi_mengejar_instabilitas_regional_demi_ambisinya
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, Arab Saudi mengejar instabilitas di kawasan dengan "menggugurkan" pemerintahan.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Feb 18, 2018 13:09 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Ketua Parlemen RII.
    Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Ketua Parlemen RII.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, Arab Saudi mengejar instabilitas di kawasan dengan "menggugurkan" pemerintahan.

Hossein Amir-Abdollahian mengungkapkan hal itu pada Sabtu (17/2/2018) malam. Ia menilai meningkatnya terorisme di Yaman selatan terutama di Aden sebagai salah satu dampak dari agresi militer Arab Saudi ke negara itu.

Ia menambahkan, tiga tahun lalu di Yaman, Arab Saudi memaksa Abd-Rabbuh Mansur Hadi untuk mengundurkan diri sehingga negara ini tidak memiliki pemerintahan, dan pada akhirnya Riyadh berusaha mengejar tujuan-tujuanya dengan cara menciptakan instabilitas di Yaman.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional lebih lanjut menyinggung bentrokan antara pasukan yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan pasukan bayaran Arab Saudi di selatan Yaman.

Koalisi Arab Saudi

Menurutnya, insiden itu menunjukkan keinginan UEA untuk memisahkan diri dari koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman dan menunjukkan kekuatannya di kawasan.

"Bentrokan ini menunjukkan adanya perselisihan sejak awal antara Arab Saudi dan UEA dan perselisihan ini semakin meningkat," ujarnya.

Amir-Abdollahian mengkritik blokade penuh terhadap Yaman dan menuturkan, Arab Saudi tidak mampu untuk menciptakan dan mengatur sebuah perang di kawasan secara sendirian, dan sejak dimulainya agresi, Amerika Serikat secara eksplisit mengumumkan dukungan komprehensifnya kepada Riyadh dalam invasi militer ke Yaman.

Di bagian lain pernyataannya, Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional menyinggung krisis Suriah.

"Penciptaan krisis di Suriah bertujuan untuk menghancurkan negara-negara pendukung Muqawama dan demi pencapaian kekuatan rezim Zionis (Israel) di kawasan, namun rencana ini telah gagal," pungkasnya.

Serangan udara militer Arab Saudi di Yaman.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015. Invasi militer ini telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini seperti rumah sakit, sekolah, pasar, pelabuhan, bandara, jaringan air dan fasilitas publik lainnya. Blokade pasukan agresor juga semakin menambah penderitaan rakyat Yaman.

Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman telah mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga di hari ke-1000 dari serangan ini telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. (RA)