Ketika Eropa Goyah Menghadapi JCPOA dan Tekanan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53633-ketika_eropa_goyah_menghadapi_jcpoa_dan_tekanan_as
Upaya sebagian negara Eropa untuk menyusun paket baru berisikan sanksi terhadap Iran dengan alasan agar Trump tetap komitmen dengan kesepakatan nuklir dengan Iran membuka dimensi baru standar ganda Eropa dan Amerika terkait Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 19, 2018 11:59 Asia/Jakarta
  • Amerika dan Uni Eropa
    Amerika dan Uni Eropa

Upaya sebagian negara Eropa untuk menyusun paket baru berisikan sanksi terhadap Iran dengan alasan agar Trump tetap komitmen dengan kesepakatan nuklir dengan Iran membuka dimensi baru standar ganda Eropa dan Amerika terkait Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Patut disayangkan bahwa Eropa berusaha mempertahankan JCPOA, tapi Iran yang harus membayar biayanya.

Sebagian negara-negara Eropa seperti Perancis memandang JCPOA dari sudut kepentingan ekonomi dan tampaknya alasan Paris bersikeras agar JCPOA dijalankan secara keseluruhan kembali pada masalah ini. Uni Eropa ketika menghadapi sikap anti JCPOA yang ditunjukkan Donald Trump, Presiden Amerika menunjukkan ternyata mereka dalam banyak hal sepemikiran dan sejalan dengan Amerika. Sekalipun demikian, saat ini belum dapat dipastikan bahwa ada satu sikap di antara negara-negara Uni Eropa.

Diako Hosseini, analis masalah internasional terkait sikap Eropa yang lebih berpihak kepada Amerika soal program rudal Iran mengatakan, Eropa sebenarnya sepakat bahwa program rudal Iran bukan ancaman bagi kawasan. Bahkan boleh dikata tidak ada satu negara Eropa pun yang berbeda pendapat dalam masalah ini. Tapi ada perbedaan dalam bagaimana mereka menangani masalah ini.

Sebagian pejabat Kongres Amerika menyatakan bahwa bila negara-negara Eropa belum mencapai satu kesepakatan terkait Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), kemungkinan presiden Amerika pada bulan Mei akan keluar dari kesepakatan nuklir ini.

Senator Bob Corker

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Senator Bob Corker saat diwawancarai televisi CBS Amerika soal kemungkinan keluarnya Amerika dari JCPOA mengatakan, bila kita tidak mencapai kesepakatan dengan negara-negara Eropa dalam satu kerangka soal JCPOA, presiden Amerika pada bulan Mei akan mengumumkan keluarnya Amerika dari JCPOA. Menurut saya sulit tercapai kesepakatan dengan negara-negara Eropa.

Mencermati kondisi yang demikian, muncul pertanyaan, apakah Donald Trump tengah berusaha mendapatkan konsesi maksimum dari Iran dan memberikan poin minimum dengan meningkatkan tekanan terhadap Eropa?

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dalam pertemuan terbaru dengan Yusuf bin Alawi, Menteri Luar Negeri Oman di Tehran menekankan bahwa Iran tidak akan menerima segala bentuk perubahan, penafsiran atau langkah baru yang membatasi Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran

Tampaknya apa yang tidak dipahami dengan benar oleh Amerika adalah Iran memang berusaha mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), tapi tidak dengan segala harga.

Poin penting yang perlu dicermati dalam menganalisa perilaku Amerika dan Eropa adalah Iran dalam proses perundingan nuklir untuk mencapai kesepakatan telah menunjukkan fleksibilitas luar biasa. Bila memberikan konsesi berpengaruh, tentu Iran telah mendapat manfaat luas dari konsesi yang telah diberikannya, tapi kenyataan tidak demikian.