Surat Hamas dan Visi Rahbar Soal Kemerdekaan Palestina
-
Ismail Haniyeh dan Rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam surat balasannya untuk Kepala Biro Politik gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas menegaskan sikap permanen Iran mendukung penuh Palestina dan para pejuangnya. Rahbar menilai solusi masalah Palestina adalah memperkuat sayap perjuangan dan perlawanan di Dunia Islam dan meningkatkan perlawanan terhadap rezim Zionis Israel.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (4/4/2018) mengatakan, perjuangan dan perlawanan adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Palestina yang tertindas, dan merupakan satu-satunya obat mujarab untuk menyembuhkan luka di tubuh bangsa pemberani itu.
Ayatullah Khamenei menegaskan, langkah ke arah perundingan dengan rezim penipu, pembohong dan perampok, adalah kesalahan besar yang tak termaafkan, melunturkan kemenangan rakyat Palestina dan tidak akan menghasilkan apapun kecuali kerugian bagi rakyat tertindas.
Sebelumnya, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dalam suratnya untuk Rahbar, memuji dukungan rakyat Iran dan bimbingan Ayatullah Khamenei terhadap gerakan perlawanan Palestina.
Tak bisa dipungkiri, hingga saat ini, Republik Islam Iran adalah satu-satunya negara di dunia yang secara nyata mendukung dan membela rakyat tertindas Palestina dan cita-citanya. Dukungan terhadap bangsa-bangsa tertindas dunia, termasuk salah satu prinsip kebijakan luar negeri Iran dan dukungan penuh Iran atas Palestina adalah salah satu buktinya.
Seiring dengan tumbangnya rezim boneka Amerika Serikat dan Israel di Iran, kedutaan besar keduanya di Tehran ditutup dan kedutaan besar Palestina dibuka. Atas prakarsa Imam Khomeini, Jumat terakhir bulan Ramadhan ditetapkan sebagai Hari Quds Sedunia untuk mendukung bangsa Palestina. Kebijakan Iran ini telah menggeser isu Palestina dari sekedar urusan bangsa Arab, ke ranah Islam dan global, dan hari ini publik dunia merasakan ketertindasan yang dialami rakyat Palestina.
Selain memberikan dukungan materi dan spiritual atas perlawanan rakyat Palestina, Iran juga berjuang di arena politik untuk menyelesaikan masalah Palestina. Salah satu prakarsa politik Iran untuk menyelesaikan masalah Palestina adalah mendorong partisipasi seluruh warga Palestina bahkan yang berada di luar wilayah pendudukan, dalam pemilu yang bebas sehingga bisa menentukan masa depannya sendiri.
Perspektif Iran atas isu Palestina adalah berdirinya negara Palestina merdeka dengan seluruh wilayah teritorialnya. Perspektif semacam ini jelas mendapat penentangan sengit dari Israel, Amerika dan para pendukung regionalnya. Di tengah upaya sabotase penyelesaian masalah Palestina dan pemaksaan rekonsiliasi dengan Israel dalam kerangka pengkhianatan para penguasa Arab dengan maksud menghapus masalah Palestina, intifada dan perlawanan adalah prestasi besar dalam perjalanan perjuangan pemuda Palestina melawan penjajah selama 70 tahun.
Intifada pertama, kedua dan sekarang Intifada Al Quds telah berubah menjadi langkah efektif untuk mewujdukan cita-cita bangsa Palestina dengan penekanan pada kepulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka. Berlanjutnya perlawanan bersenjata atas penjajah rasis, Israel, telah membuahkan sejumlah kemenangan. Gagalnya pendirian pos-pos keamanan di pintu masuk Masjid Al Aqsa pada tahun 2017 hingga sekarang dan pawai akbar hak kembali pengungsi Palestina merupakan puncak efektivitas strategi meningkatkan perlawanan atas arogansi Israel dan para pendukungnya. (HS)