Boroujerdi: Serangan Kimia Dilakukan agar Suriah jadi Pihak Tertuduh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i54816-boroujerdi_serangan_kimia_dilakukan_agar_suriah_jadi_pihak_tertuduh
Ketua komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Republik Islam Iran mengatakan, serangan kimia di Duma Suriah dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris agar pemerintah Damaskus tertuduh sebagai pelakunya
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Apr 10, 2018 19:00 Asia/Jakarta
  • Alaeddin Boroujerdi
    Alaeddin Boroujerdi

Ketua komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Republik Islam Iran mengatakan, serangan kimia di Duma Suriah dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris agar pemerintah Damaskus tertuduh sebagai pelakunya

Alaeddin Boroujerdi mengatakan hal itu dalam pernyataan terbaru ketika menjelaskan serangan kimia di Duma pasca pembebasan wilayah Ghouta Timur dari pendudukan kelompok-kelompok teroris.

 

"Serangan kimia kelompok-kelompok teroris dukungan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) terjadi bukan pertama kalinya, di mana serangan ini bertujuan agar pemerintah Suriah menjadi pihak yang tertuduh," kata Boroujerdi seperti dilansir Mehr News, Selasa (10/4/2018).

 

Ia menambahkan, serangan kimia di Suriah adalah tindakan keji yang telah beberapa kali dilakukan dan mendapat dukungan dari berbagai media Amerika, padahal sejak tahun-tahun awal krisis Suriah, negara ini telah memusnahkan peralatan kimianya, bahkan para ahli dan inspektur PBB secara resmi telah mengkonfirmasinya.

 

Menurutnya, serangan kimia dan tuduhan terhadap pemerintah Suriah sebagai sebuah rantai kejahatan teroris.

 

Boroujerdi menuturkan, mengingat kondisi baik pemerintah Suriah dan berdasarkan penghitungan politik dan militer, tidak ada alasan bagi Damaskus untuk mengunakan senjata kimia.

Teroris takfiri di Suriah.

 

Sebelumnya, sumber-sumber yang dekat dengan teroris mengklaim bahwa pesawat militer Suriah menarget Duma dengan senjata kimia pada Sabtu sore, di mana serangan ini mengakibatkan 75 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. (RA)