Menhan Iran Reaksi Klaim Tak Berdasar PM Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56030-menhan_iran_reaksi_klaim_tak_berdasar_pm_rezim_zionis
Menteri pertahanan Republik Islam Iran memperingatkan rezim Zionis Israel dan pendukungnya bahwa mereka harus mengakhiri konspirasi dan perilaku berbahaya, sebab, balasan Iran akan mengejutkan dan membuat menyesal.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 01, 2018 23:23 Asia/Jakarta
  • Menhan RII, Brigadir Jenderal Amir Hatami
    Menhan RII, Brigadir Jenderal Amir Hatami

Menteri pertahanan Republik Islam Iran memperingatkan rezim Zionis Israel dan pendukungnya bahwa mereka harus mengakhiri konspirasi dan perilaku berbahaya, sebab, balasan Iran akan mengejutkan dan membuat menyesal.

Brigadir Jenderal Amir Hatami memperingatkan rezim penjajah al-Quds dan pendukungnya tidak lama setelah pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh Perdana Menteri rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu.

 

Netanyahu dalam sebuah "pertunjukan" baru anti-Iran pada Senin malam, 30 April 2018 mengklaim Iran memiliki program rahasia untuk memproduksi senjata nuklir.

 

"Pertunjukan propaganda PM rezim Zionis adalah kelanjutan dari skenario rezim ini untuk menutupi berbagai kejahatannya terhadap rakyat tertindas Palestina," kata Hatami dalam pernyataannya pada hari Selasa (1/5/2018) untuk merespon klaim tidak berdasar Netanyahu dan langkah provokatif Israel.

 

Dia menegaskan bahwa Iran adalah pendukung utama dan pembela hak-hak rakyat tertindas Palestina.

 

Hatami menjelaskan, pemilihan waktu dari pertunjukan tersebut oleh seseorang yang memiliki sejarah pertunjukan seperti itu membuktikan bahwa selain mengejar tujuan-tujuan umum dalam memusuhi rakyat Iran, rezim Zionis juga mengejar tujuan-tujuan khusus, yaitu menyertai skenario permusuhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap rakyat Iran.

 

Menhan Iran menegaskan, para pejabat rezim penjajah al-Quds memahami dengan baik bahwa meskipun mereka mencapai keberhasilan fisik dalam ekspansionismenya hingga tahun 1979, namun tidak pernah menang dalam perang apapun, bahkan cenderung menurun dalam mencapai tujuan-tujuan ilegalnya, di mana kondisi ini akan berlanjut. (RA)