Tur Eropa Netanyahu untuk Merusak JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i58156-tur_eropa_netanyahu_untuk_merusak_jcpoa
Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benyamin Netanyahu yang sebelumnya telah mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan kini melakukan lawatan ke tiga negara Eropa untuk merusak pandangan Eropa soal kesepakatan nuklir.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 05, 2018 15:05 Asia/Jakarta
  • Netanyahu
    Netanyahu

Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benyamin Netanyahu yang sebelumnya telah mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan kini melakukan lawatan ke tiga negara Eropa untuk merusak pandangan Eropa soal kesepakatan nuklir.

Judische Allgemenine, media milik Dewan Pusat Yahudi Jerman di Berlin menyebut motif kunjungan Netanyahu ini mengkritik pendekatan Jerman yang memilih tetap di kesepakatan nuklir dengan Iran dan membahas klaim kehadiran pasukan Iran di Suriah. Perdana menteri Israel Senin (4/6) berada di Berlin dan hari Selasa di Paris dan kemudian bertolak ke London.

 

Agenda Netanyahu di kunjungannya ke tiga negara Eropa di Kelompok 5+1 (Inggris, Perancis dan Jerman) adalah pendekatan Amerika yang menghendaki revisi JCPOA dan menambah isu-isu di luar kesepakatan nuklir yang pada akhirnya gagal terealisasi dan setelah didesak Israel, Washington akhirnya keluar dari kesepakatan nuklir ini.

 

Sebelum keluarnya Amerika dari JCPOA, Netanyahu dengan menunjukkan sejumlah dokumen dan cd mengklaim bahwa Iran setelah tercapainya kesepakatan nuklir mengejar program senjata nuklir secara rahasia. Klaim ini dirilis di saat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai rujuan utama di kasus ini dalam 11 laporannya mengakui bahwa Iran senantiasa komitmen dengan kesepakatan nuklir yang ditandatangani tahun 2015.

PM Israel Benyamin Netanyahu

 

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di suratnya kepada menlu berbagai negara menulis, "JCPOA telah dikukuhkan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, oleh karena itu, kesepakatan nuklir bukan hanya milik para penandatangan, sehingga satu pihak berdasarkan kebijakan dalam negeri atau friksi politik dengan pemerintah sebelumnya, dengan semena-mena dan tanpa rasa tanggung jawab menolaknya."

 

Bagaimana pun juga Amerika melalui pendekatan sepihaknya yang merusak dan permusuhannya dengan Iran, telah keluar dari JCPOA. Dan kini pihak lain di kesepakatan nuklir tinggal  Cina, Rusia, Inggris, Perancis, Jerman dan Iran. Menyusul keluarnya Trump dari JCPOA, Iran telah memberi kesempatan terbatas kepada Eropa sehingga mampu memberikan jaminan praktis bahwa kepentingan Iran dapat dipertahankan setelah Amerika kembali menjatuhkan sanksinya.

 

Dalam hal ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, mengingat pengalaman negatif Eropa yang kerap melanggar janji, telah mengumumkan koridor JCPOA tanpa AS ini dan menentukan sejumlah syarat. Di antara ketentuan tersebut adalah tidak mengungkit-ungkit program rudal, pengaruh Iran di kawasan, membeli minyak yang dibutuhkan Iran, hubungan perbankan Eropa-Iran, dan menolak tegas dengan sanksi AS.

 

Sikap politik para pemimpin Eropa adalah dukungan terhadap JCPOA, mempertahankannya dan memahami syarat Iran, namun apa yang akan membuat Republik Islam Iran puas adalah Eropa menunjukkan niat baiknya dan melakukan langkah praktis.

 

Sikap non realistis Eropa akibat pengaruh klaim dan dikte sejumlah tokoh seperti Netanyahu tidak akan membantu penyelesaian masalah. Apa yang dikejar Iran melalui niat baiknya berunding dengan Iran dengan tujuan meraih jaminan praktis adalah koridor JCPOA saat ini dan isu baru menjadi garis merah Iran.

 

Program rudal dan pengaruh Iran di kawasan tidak ada kaitannya dengan JCPOA dan kebisingan di kasus ini untuk meningkatkan represi tidak akan membuat Iran mundur. Elemen kekuatan Iran dimanfaatkan untuk perdamaian dan stabilitas kawasan, program rudal Iran sepenuhnya bersifat defensif dan setiap negara membutuhkannya.

 

Sementara itu, kehadiran Iran di kawasan juga dalam koridor memerangi terorisme dan atas permintaan pemerintah Suriah, sehingga Tehran memberikan bantuannya kepada Damaskus dalam bentuk pengiriman penasehat militer.

 

Kini setelah keluarnya AS dari JCPOA, yang diharapkan dari Eropa adalah pengambilan keputusan secara independen dan tanpa mengindahkan klaim palsu untuk menekan Republik Islam Iran. Bersamaan dengan lawatan Netanyahu ke Eropa, Dirjen IAEA, Yukiya Amano hari Senin menyatakan, berdasarkan laporan terbarunya yang diserahkan kepada Dewan Gubernur, IAEA berdasarkan protokol tambahan memiliki akses ke seluruh instalasi dan lokasi di Iran yang dinilai penting untuk diinspeksi." (MF)