Iran: Dewan HAM PBB Bukan Tempat bagi Pelaku Kejahatan
-
Sekretaris Dewan Tinggi HAM di Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran Mohammad Javad Larijani
Sekretaris Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia di Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran Mohammad Javad Larijani mengatakan, Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB bukan tempat yang tepat untuk negara-negara seperti Amerika Serikat yang memiliki catatan memalukan mengenai HAM dan berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Hal itu disampaikan Javad Larijani dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (20/6/2018) ketika menyinggung keluarnya AS dari keanggotaan Dewan HAM PBB.
AS keluar dari keanggotaan Dewan HAM PBB pada hari Selasa dalam kerangka mendukung rezim Zionis Israel Israel. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Duta Besar negara ini untuk PBB Nikki Haley menuding Dewan tersebut melakukan tindakan bias terhadap Israel, yang merupakan sekutu AS, dan gagal membuat para pelanggar HAM bertanggung jawab.
Menanggapi hal itu, sekretaris dewan tinggi HAM di Lembaga Kehakiman Iran menuturkan, keluarnya AS dari Dewan HAM PBB harus dianggap oleh negara-negara –yang melihat HAM sebagai sebuah nilai perilaku yang jauh dari standar ganda dan kebijakan yang menutupi aktivitas terorisme– sebagai sebuah berita yang sangat gembira.
Menurut Javad Larijani, kehadiran AS di Dewan HAM PBB hanya menurunkan martabat dewan ini.
"Sponsor berbagai kejahatan yang sedang terjadi di Suriah, Irak, Yaman, Bahrain dan Afghanistan dan juga mereka yang memiliki peran dalam menciptakan, mendukung dan mengarahkan kelompok teroris Daesh (ISIS) dan al-Qaeda, tidak memiliki tempat di Dewan HAM PBB," tegasnya seperti dikutip IRIB.
Dia menjelaskan, AS harus memahami bahwa klaim sebagai pemimpin dunia adalah fiksi palsu dan dunia tidak memerlukan pihak yang mengaku sebagai pemimpin, arogan dan memiliki catatan memalukan terkait dengan kejahatan.
"Lembaga-lembaga internasional mampu mempertahankan martabat negara-negara yang berdaulat di dunia," pungkasnya. (RA)