Masa Depan Revolusi Islam Iran dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60748-masa_depan_revolusi_islam_iran_dalam_perspektif_rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar baru-baru ini dalam pertemuan dengan pegiat budaya Iran di luar negeri, menjawab kegelisahan terkait masa depan Revolusi Islam Iran dan mengatakan, katakan kepada semua, musuh tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 09, 2018 11:25 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar baru-baru ini dalam pertemuan dengan pegiat budaya Iran di luar negeri, menjawab kegelisahan terkait masa depan Revolusi Islam Iran dan mengatakan, katakan kepada semua, musuh tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Iran.

Beberapa waktu lalu para pegiat budaya Iran di luar negeri bertemu dengan Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, dan salah satu di antara mereka menyampaikan kegelisahan dan kekhawatiran para pendukung Revolusi Islam Iran di luar negeri.

Rahbar menjawab kegelisahan tersebut dan mengatakan, sama sekali jangan khawatir dengan kondisi kami, tidak ada seorangpun yang bisa melakukan kesalahan sekecil apapun terhadap Iran, tidak ada keraguan sedikitpun dalam masalah ini, katakan ini kepada semua orang.

Sikap tegas Rahbar yang disampaikannya di hari-hari pertama penerapan putaran sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran, membawa makna dan pesan tegas untuk pemerintah Gedung Putih dan afiliasinya di kawasan.

Bersamaan dengan dimulainya tahap pertama sanksi ekonomi Amerika terhadap Iran, Presiden Donald Trump dalam Twitternya, Selasa (7/8) menulis, sanksi ini adalah sanksi paling keras yang pernah diberlakukan sampai saat ini. Kebijakan pemerintah Trump pasca keluar dari kesepakatan nuklir internasional, JCPOA adalah meningkatkan tekanan, mengubah partisipasi regional dan pada akhirnya menyebarluaskan ketidakpuasan di dalam negeri Iran.

Dukungan pemerintah Trump terhadap kelompok teroris Munafikin untuk meraih ambisinya dan membantu para perusuh di dalam negeri Iran, menunjukkan dalamnya dendam dan permusuhan Amerika atas Revolusi Islam Iran.

Target Trump dengan mendukung rezim Zionis Israel dan beberapa penguasa Arab boneka Amerika termasuk Saudi, adalah untuk menghentikan program rudal Iran, mengakhiri partisipasi dan pengaruh Iran di kawasan, dan meningkatan tekanan salah satunya dengan menekan penjualan minyak Iran hingga ke level nol.

anti-Amerika di Iran

Kebijakan Amerika ini menjadi bukti permusuhan mendalam Washington terhadap sebuah negara yang tidak pernah menggantungkan masa depannya pada kekuatan-kekuatan arogan dunia. Sebagaimana para pendahulunya, pemerintah Trump berambisi untuk menggulingkan Republik Islam Iran, namun sepanjang usia Revolusi Islam Iran yang sudah menginjak 40 tahun, satu hal yang terbukti dengan jelas bahwa perlawanan dan dinamisme revolusi rakyat ini sudah menjadi nilai dan identitas nasional.

Ayatullah Khamenei, 21 Juni 2018 lalu dalam pertemuan dengan para duta besar dan pegawai kementerian luar negeri Iran, menjelaskan permusuhan mendalam Amerika terhadap Republik Islam Iran. Rahbar menegaskan, Amerika berusaha mengembalikan posisi dan kedudukan di Iran yang pernah dimilikinya sebelum revolusi dan mereka bahkan tidak akan puas dengan yang lebih sedikit dari itu.

Rahbar dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa penentangan Amerika atas kemampuan nuklir dan pengayaan uranium tinggi, juga partisipasi regional Iran, muncul dari permusuhan mendalam Amerika terhadap elemen-elemen kekuatan Republik Islam Iran.

"Partisipasi regional termasuk salah satu elemen kekuatan dan keamanan Iran, dan merupakan rangkaian dari satu paket strategi nasional, oleh karena itu musuh-musuh menentangnya," ujar Rahbar.

Republik Islam Iran termasuk salah satu negara kuat di kawasan strategis Asia Barat dan di luar kehendak Amerika, negara ini memainkan peran signifikan dalam konstelasi regional. Masalah inilah yang meningkatkan tekanan Amerika, Israel dan penguasa Arab.

Namun tekanan ini tidak dianggap sebagai ancaman bagi masa depan Revolusi Islam Iran terutama karena hubungan bermakna antara rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran. Pengalaman perlawanan rakyat Iran di masa-masa yang lebih sulit dari tekanan ekonomi dan politik Trump, kembali membuat para pejabat Amerika putus asa.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Iran selama 40 tahun terakhir, mengalami kondisi yang jauh lebih sulit dari sekarang. Negara kami berhasil melewati perang militer nyata, dan yang menyebabkan kami berhasil melewatinya dengan selamat adalah perlawanan rakyat dalam menghadapi semua tekanan. (HS)