Penantian Komitmen Praktis Eropa Terhadap JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60963-penantian_komitmen_praktis_eropa_terhadap_jcpoa
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, keterkucilan Amerika Serikat tidak pernah lebih nyata dibanding dalam hal Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 16, 2018 12:55 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, keterkucilan Amerika Serikat tidak pernah lebih nyata dibanding dalam hal Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Zarif pada Rabu malam dalam wawancara khusus dengan Kanal 2 televisi Iran mengatakan, "Tampaknya Eropa mendukung JCPOA bukan hanya karena Iran dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa tidak dapat diterima jika seseorang mengambil keputusan untuk dunia berdasarkan kepentingan pribadinya."

 

Zarif menambahkan, upaya Eropa untuk mempertahankan JCPOA positif akan tetapi belum cukup, pihak Eropa harus mendukung perusahaan-perusahaannya di hadapan sanksi Amerika Serikat dan harus mengambil langkah praktis dengan memberikan anggaran yang dibutuhkan.

 

Menyusul keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, komitmen politik Eropa untuk mempertahankan kesepakatan internasional tersebut memang sudah cukup, tapi harus dibarengi dengan langkah-langkah yang memuaskan. Terdapat tiga langkah penting yang harus diambil negara-negara Eropa yaitu memberikan kepastian kepada perusahaan-perusahaan Eropa untuk melanjutkan kerjasama dengan Iran ketika sanksi unilateral AS diberlakukan, menjalin hubungan perbankan, serta pembelian minyak Iran.

Donald Trump

 

Mempertahankan JCPOA sekarang berarti independensi Eropa di kancalah global. Langkah praktis dan anggaran yang mereka keluarkan agar Iran juga menikmati manfaat dari JCPOA, akan menunjukkan tingkat independensi politik mereka di hadapan tekanan Amerika Serikat.

 

Tegaknya JCPOA akan sangat penting bagi diplomasi dunia, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin pada Ahad lalu dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Iran, Hassan Rouhan, di sela-sela KTT kelima negara-negara pesisir Laut Kaspia di kota Aktau, Kazakhstan, menilai JCPOA sebagai kesepakatan internasional sangat penting.

 

Dikatakannya, "Menjaga dan mengokohkan JCPOA oleh semua pihak adalah sangat penting pasca keluarnya secara sepihak Ameirka Serikat."

 

Langkah Presiden AS Donald Trump anti-JCPOA di samping keluarnya negara ini dari kesepakatan iklim Paris, perang dagang dan sanksi terhadap banyak negara termasuk Rusia dan Turki, mendorong negara-negara dunia pada satu kemufakatan untuk melawan Amerika Serikat.

 

Selain itu, di dalam Amerika sendiri, suara penentangan terhadap Trump dan berbagai kebijakannya, membuktikan keterkucilan Amerika Serikat di sektor JCPOA. Jack Reed, Senator Amerika Seriakt pada hari Ahad lalu menyinggung tidak adanya kekompakan dunia untuk melawan Iran dan mengatakan, "Amerika Serikat telah keluar dari JCPOA sementara tidak ada lagi dunia yang menyertainya untuk melawan Iran, Amerika juga telah kehilangan sekutunya di Eropa."

 

Menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier, mengkritik politik Presiden Amerika Serikat dan mengatakan, "Berlin dan sekutunya akan tetap mendukung perusahaan-perusahaan yang bertransaksi dengan Iran meski ada tekanan dari Washington. Eropa tidak akan menyerah di hadapan Amerika Serikat terkait dengan Iran."

 

Dalam beberapa waktu terakhir, menyusul semakin sensitifnya Iran terkait kian sempitnya peluang untuk langkah praktis Eropa demi menjaga JCPOA, sikap anti-Amerika oleh negara-negara Eropa juga semakin meningkat.

 

Dalam hal ini, Uni Eropa mengaktifkan dan menerapkan sebuah undang-undang untuk melindungi perusahan-perusahaan Eropa agar mendorong mereka melanjutkan investasi di Iran. Dari sisi politik, Eropa telah menunjukkan komitmennya, namun Republik Islam tetap menanti langkah praktis mereka untuk melawan ancaman sanksi Amerika Serikat.(MZ)