Gharib Abadi: IAEA kembali Benarkan Komitmen Iran di JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i61385-gharib_abadi_iaea_kembali_benarkan_komitmen_iran_di_jcpoa
Kazem Gharib Abadi, Wakil tetap Iran di organisasi internasional di Wina Kamis (30/8) mengatakan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kedua belas kalinya secara beruntun membenarkan kepatuhan Iran terhadap komitmennya di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 31, 2018 01:23 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharib Abadi, Wakil tetap Iran di organisasi internasional di Wina
    Kazem Gharib Abadi, Wakil tetap Iran di organisasi internasional di Wina

Kazem Gharib Abadi, Wakil tetap Iran di organisasi internasional di Wina Kamis (30/8) mengatakan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kedua belas kalinya secara beruntun membenarkan kepatuhan Iran terhadap komitmennya di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Menurut laporan IRIB, Kazem Gharib Abadi menambahkan, dilaporan tersebut dijelaskan, sejak awal implementasi JCPOA, IAEA mengawasi komitmen Iran terhadap kesepakatan nuklir dan lembaga ini mampu menverifikasi tidak adanya penyelewengan Iran terhadap komitmennya tersebut.

 

“Laporan ini menjelaskan bahwa IAEA tidak memiliki kesulitan di proses investigasi dan akses ke situs-situs terkait,” papar Gharib Abadi.

Iran dan JCPOA

 

Ia menambahkan, laporan ini juga menyinggung program Iran untuk membangun  propulsi nuklir dan mengakui bahwa Tehran telah menyerahkan datanya kepada IAEA.

 

IAEA dilaporannya pada 6 Juni 2018 untuk kesebelas kalinya mengumumkan kepatuhan Iran terhadap komitmennya di JCPOA.

 

Pengakuan ke-12 IAEA atas kepatuhan Iran terhadap JCPOA dirilis ketika Amerika pada 8 Mei lalu keluar dari kesepakatan nuklir dan selanjutnya mengumumkan akan menjadikan ekspor minyak, gas dan produk petrokimia Iran sampai pada titik nol hingga 4 November 2018.

 

Washington meminta negara-negara dunia menjadi bagian dari sanksi ekonomi terhadap Iran dan membuat ekspor gas, minyak dan produk petrokimia Tehran ke titik nol.

 

Mayoritas negara dunia termasuk Cina, Rusia dan Turki menentang keputusan presiden Amerika dan menyatakan tidak akan mengikuti keinginan Donald Trump.

 

Keluarnya pemerintah AS dari JCPOA menuai kecaman luas baik dari dalam maupun di tingkat internasional. (MF)