Rahbar Serukan Peningkatan Interaksi Keilmuan dengan Negara yang Tumbuh Pesat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63172-rahbar_serukan_peningkatan_interaksi_keilmuan_dengan_negara_yang_tumbuh_pesat
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan urgensi menjalin interaksi keilmuan dengan negara-negara yang sedang tumbuh pesat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 17, 2018 15:47 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan urgensi menjalin interaksi keilmuan dengan negara-negara yang sedang tumbuh pesat.

Rahbar dalam pertemuan dengan para elit intelektual muda Iran menilai upaya dan aktivitas puluhan ribu intelektual Iran yang tersebar di seluruh penjuru negara ini sebagai gambaran yang melegakan dari kondisi Iran dewasa ini.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan tersebut menyinggung peran penting keterlibatan para intelektual muda Iran dalam penyusunan program yang benar untuk masa depan, dan peningkatan kemajuan keilmuan Iran dan peningkatan batas pengetahuan manusia.

Rahbar juga menegaskan pentingnya ineteraksi dua arah dan keseriusan kalangan intelektual dan negara, juga pemanfaatan secara benar dan terarah dari sumber daya manusia kalangan intelektual, dan penguatan identitas nasional.

Di bagian lain statemennya, Ayatullah Khamenei mengungkapkan bahwa musuh sengaja membenamkan gambaran keliru dan negatif serta pesimis mengenai kondisi Iran, padahal gambaran sebenarnya dari Iran tidak demikian, bahkan bertolak belakang dengan gambaran buruk tersebut.

Menurut Rahbar, jika kita maju dari sisi keilmuan, maka ancaman musuh peradaban dan politik serta ekonomi tidak akan abadi, dan pasti musnah.

Mengenai kondisi keilmuan Iran di masa lalu dan saat ini, Ayatullah Khamenei menjelaskan perkembangan kemajuan keilmuan Iran saat ini yang jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

"Iran hanya mengisi satu persen populasi penduduk dunia, dan kontribusi keilmuan Iran di era Pahlevi sebesar 0,01 persen dari produksi sains dunia, sedangkan saat ini berkembang sekitar dua persen. Di posisi ini juga tidak boleh berpuas diri," tegasnya.

Rahbar memandang, penyebab terjadinya kemunduran keilmuan dan moralitas Iran di masa lalu karena adanya pemerintahan yang tidak kredibel, cinta dunia dan bergantung dari berbagai sisi kepada bangsa-bangsa arogan, dan tidak memikirkan kemasalahan bangsa dan negaranya.(PH)