Qassemi: Zionis tengah Kobarkan Friksi di antara Negara Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63481-qassemi_zionis_tengah_kobarkan_friksi_di_antara_negara_islam
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi Jumat malam (26/10) menjelaskan, rezim Zionis Israel tengah mengobarkan friksi di antara negara-negara Islam dan menutupi penjajahan 70 tahunnya, agresi dan pembunuhan warga tertindas Palestina.
(last modified 2026-02-18T14:22:00+00:00 )
Okt 27, 2018 11:54 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemenlu Iran Bahram Qassemi
    Jubir Kemenlu Iran Bahram Qassemi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi Jumat malam (26/10) menjelaskan, rezim Zionis Israel tengah mengobarkan friksi di antara negara-negara Islam dan menutupi penjajahan 70 tahunnya, agresi dan pembunuhan warga tertindas Palestina.

"Dalam perspektif Iran, negara-negara Islam di kawasan jangan sampai ditekan Gedung Putih dan memberi peluang kepada Israel untuk menciptakan musibah dan kendala baru di kawasan," papar Qassemi saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Oman seperti dikutip MNA.

 

Jubir Kemenlu Iran juga mengungkapkan, sejak awal kepemimpinan Presiden Donald Trump di AS, Lobi Zionis di Gedung Putih semakin aktif memperjuangkan kepentingan ilegal rezim Zionis Israel dan menekan negara-negara Islam untuk menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan penjajah kiblat pertama umat Muslim.

Netanyahu dan Sultan Qaboos di Oman

 

"Sejarah menunjukkan bahwa sikap mundur dan menyerah kepada tuntutan ilegal AS dan Israel, membuat keduanya semakin berani menekan dan menjajah kawasan serta mengabaikan hak-hak legal bangsa Palestina," ungkap Qassemi.

 

Kantor Berita Oman hari Jumat mengabarkan pertemuan Netanyahu dengan pemimpin negara ini, Sultan Qaboos di Oman.

 

Kantor Berita Oman menyebutkan, Sultan Qaboos hari Kamis (25/10) bertemu dengan Netanyahu di Istana Bait al Baraka.

 

Menurut sumber ini, kedua pihak di pertemuan tersebut membahas isu bilateral dan regional termasuk kemajuan proses perdamaian.

 

Proses perdamaian Timur Tengah dibentuk tahun 1991 dengan arahan dan arsitek AS serta sejumlah negara Eropa. Ini sebuah proses berbahaya dan rumit yang ditujukan untuk menghapus hak-hak bangsa Palestina.

 

Rakyat dan kelompok muqawama Palestina senantiasa menyatakan berlanjutnya perundingan damai selalu merugikan mereka. (MF)