Rouhani: Iran Menawarkan Ukhuwah kepada Semua Muslim
-
Presiden Rouhani saat memberikan sambutan pada perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di Tehran.
Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran menjulurkan tangan persaudaraan dan persahabatan kepada semua kaum Muslim.
Dia mengungkapkan hal itu pada acara ramah-tamah dengan para duta besar negara-negara Muslim dan perserta Konferensi Internasional Persatuan Islam di Tehran, Ahad (25/11/2018) pagi.
"Musuh menginginkan agar Iran berperilaku seperti sebelum Revolusi Islam dan tidak membela kaum tertindas, tetapi Republik Islam dengan meneladani Rasulullah Saw, tidak takut terhadap takfiri dan sanksi kekuatan dunia," tegas Rouhani.
Republik Islam, lanjutnya, menganggap para tetangga sebagai saudaranya dan keamanan kawasan sebagai keamanannya.
"Upaya kekuatan arogan untuk mengacaukan kawasan melalui teroris Takfiri dan juga menekan bangsa Iran lewat sanksi, akan gagal," tandasnya.
Menurut Rouhani, memperkuat persatuan dan kebijaksanaan akan menjadi jalan untuk menyelamatkan kaum Muslim dan Dunia Islam dalam menghadapi konspirasi musuh dan kekuatan arogan.
Rasulullah Saw, jelasnya, adalah pembawa agama, akhlak, hukum dan peradaban baru. Selain menyeru umat manusia kepada Islam, beliau juga mendirikan pemerintahan Islam di Madinah.
"Madinatun Nabi bukan hanya sebuah kota, tetapi sebuah model masyarakat Islam, karena ia berdiri menentang era Jahiliyah yang penuh kekerasan, pertumpahan darah dan menghalalkan harta dan darah masyarakat," tambahnya.
Rouhani lebih lanjut menuturkan, Rasulullah Saw selalu bersikap damai dan sejuk dengan semua orang, menentang kezaliman dan tidak pernah mentolerir takfiri dan sanksi (embargo ekonomi).
"Setelah berabad-abad, hari ini sebagian pihak dengan slogan takfiri, menciptakan kekacauan di masyarakat dan kawasan. Atas nama Islam dan agama, mereka merampas nyawa, ketenangan, keamanan dan harga diri bangsa-bangsa," ungkap Rouhani.
Hari ini, ujarnya, pihak arogan juga menerapkan sanksi untuk menekan sebuah bangsa besar dan melalui sanksi, ingin mempersulit kehidupan orang-orang merdeka dan berani.
"Bangsa Iran meneladani sosok yang dilahirkan di Mekkah (Rasulullah Saw) dan tidak takut terhadap ancaman kekuatan besar, takfiri dan kezaliman," tegasnya.
"Republik Islam menginginkan persatuan, ukhuwah, rahmat dan kebijaksanaan. Nilai-nilai ini hanya mungkin dicapai oleh semua di bawah payung Rasulullah Saw," pungkas Rouhani. (RM)