Ketika Revolusi Islam Berusia 40 Tahun, Amerika Masih Saja Berilusi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65316-ketika_revolusi_islam_berusia_40_tahun_amerika_masih_saja_berilusi
Ketika Republik Islam Iran memperingati empat puluh tahun Revolusi Islam, kebencian dan permusuhan Amerika Serikat dengan Iran mencapai puncaknya.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Des 13, 2018 11:28 Asia/Jakarta
  • 40 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran
    40 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran

Ketika Republik Islam Iran memperingati empat puluh tahun Revolusi Islam, kebencian dan permusuhan Amerika Serikat dengan Iran mencapai puncaknya.

Hari-hari ini, para pejabat Amerika Serikat telah membuat alasan bagi program rudal Iran dan kehadiran efektif Iran di wilayah Asia Barat dan mereka hadir di setiap platform mencoba untuk menempatkan opini publik global dan negara-negara anti-Iran.

Kebijakan ini bertepatan dengan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, yang disebabkan oleh ketidakefektifan politik sanksi dan intensifikasi tekanan global terhadap Iran dalam bingkai sanksi.

Bendera Amerika dan Iran

Sedemikian seriusnya para pejabat AS menambahkan tema-tema yang tidak ada di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) agar dirundingkan dan tidak terkait dengan negara lain, menunjukkan kegagalan kebijakan Amerika Serikat untuk memobilisasi opini publik untuk melawan Iran.

Tahun ini, kegagalan Amerika Serikat telah berusia empat puluh tahun tahun ini, dan serangan para politikus AS yang semakin intens hari-hari ini harus dicari dalam masalah ini.

Program pertahanan rudal Iran adalah masalah internal dan setiap negara memiliki hak untuk membela doktrin pertahanannya dan mampu bekerja secara independen untuk memperkuat basis pertahanannya.

Sementara itu, pengujian rudal adalah salah satu program pertahanan negara mana pun dan Iran melakukan ini berdasarkan rencana dan memperkuat kekuatan penahanannya.

Isu ini dibesar-besarkan oleh para pejabat Amerika Serikat pertama untuk ikut campur dalam urusan internal Iran, dan kedua, melanjutkan proyek Iranphobia di balik bayang-bayang masalah rudal.

Dalam kerangka yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo hari Rabu (12/12) setelah pertemuan Dewan Keamanan untuk meninjau laporan Sekjen PBB tentang pelaksanaan resolusi 2231 kepada para wartawan mengklaim bahwa Amerika Serikat dalam pertemuan ini telah menjelaskan bahwa kegiatan rudal balistik di Iran berada di luar kendali.

Mike Pompeo mengklaim bahwa uji coba rudal Iran dengan berbagai metode telah menyalahi resolusi 2231 DK-PBB dan menyebut uji coba itu harus diakhiri.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif hari Selasa (11/12) tentang uji coba rudal Iran baru-baru ini mengatakan, "Masalah rudal tidak pernah dinegosiasikan dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB belum menyetujui atau meratifikasi pelarangannya untuk Republik Islam Iran."

Kontroversi para pejabat Amerika Serikat tentang program rudal dan kehadiran regional Iran adalah upaya untuk memulai pembicaraan baru sehingga kedua masalah ini ditambahkan. Ini adalah tujuan para pejabat Amerika, yang menurut pemerintah Iran, tidak akan pernah terwujud.

Dalam hal ini, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghassemi mengatakan, "Pihak berwenang Amerika mencoba untuk menguji negosiasi dan kesepakatan baru, tidak berharga dan merupakan contoh dari sesuatu yang telah diuji ingin diuji kembali. Amerika Serikat adalah pelanggar terbesar dari kewajiban internasional serta melanggar dan tidak melaksanakan resolusi 2231 Dewan Keamanan yang merupakan contoh jelas dari perilaku pemerintah yang tidak tenang, nakal dan keras kepala."

Penipuan, penindasan dan kecanduan sanksi adalah dasar dari kebijakan luar negeri dari pemerintah saat ini dan bahkan Amerika Serikat untuk meningkatkan permusuhan dengan Iran telah menyandera Dewan Keamanan PBB

Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat

Setelah keluar dari JCPOA, Amerika Serikat telah menggunakan upaya terbaiknya untuk sepenuhnya termasuk menggoda pihak lain seperti Eropa guna memusnahkan JCPOA secara penuh guna menemukan cara memulai negosiasi baru dalam kondisi yang demikian.

Koar-koar Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri AS soal program pertahanan rudal Iran adalah awal dari kebijakan AS yang sama dan permusuhan dengan Iran untuk mempengaruhi hubungan global dengan Iran. Namun, Pemerintah Republik Islam Iran, seperti pemerintah lainnya, tidak akan berkompromi dengan negara manapun terkait keamanan dan kemampuan pertahanan konvensionalnya.