Iran Aktualita 15 Desember 2018
-
Ayatullah Khamenei
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: pertemuan Rahbar dengan keluarga syuhada perang Pertahanan Suci, pembela Makam Suci Ahlul Bait dan penjaga teritorial negara; pernyataan Menlu Iran bahwa era superpower di dunia saat ini sudah berakhir; tahun lalu, Iran menguji sekitar 40 hingga 50 rudal; Polisi Iran Tangkap 12 Pelaku Serangan Teroris Chabahar dan Ilmuwan Iran Raih Penghargaan Akademi Sains Dunia.
Rahbar: Perjuangan dan Pengorbanan, Prinsip Kemenangan Revolusi Islam
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan keluarga syuhada perang Pertahanan Suci, pembela Makam Suci Ahlul Bait dan penjaga teritorial negara menegaskan urgensi menjaga semangat keberanian dan kesyahidan di kalangan generasi muda Iran.
Ayatullah Khamenei menyerukan semua kalangan, terutama para pemuda supaya mewaspadai konspirasi musuh, lebih khusus AS dan rezim Zionis terhadap bangsa Iran. Walaupun demikian, musuh hingga kini tidak berhasil mewujudkan tujuannya.
"Kita lebih kuat dari mereka, karena hingga kini mereka tidak bisa berkutik menghadapi Republik Islam, demikian juga selanjutnya," tegas Ayatullah Khamenei. Statemen Rahbar ini menegaskan pernyataan Imam Khomeini bahwa bangsa yang memiliki spirit kesyahidan tidak pernah bisa ditawan atau dikuasai pihak lain.

Pasca kemenangan Revolusi Islam, AS selama bertahun-tahun mengerahkan segenap kekuatannya untuk melumpuhkan Iran demi mengembalikan posisi seperti sebelumnya yang menjadikan Tehran sapi perahan Washington. Tapi hingga kini AS tidak pernah berhasil mewujudkan ambisinya tersebut.
Para pemuda revolusioner Iran dengan menjaga spirit perjuangan dan pengorbanannya sebagaimana generasi awal Revolusi Islam, mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk kemajuan bangsa dan negara. Berlanjutnya nilai-nilai spiritulitas yang terus terjaga hingga kini menyebabkan Republik Islam berhasil mengatasi berbagai serangan dan konspirasi musuh yang datang bertubi-tubi.
Ayatullah Khamenei menegaskan dua poin penting dalam pidatonya. Pertama, mimpi musuh untuk menguasai kembali bangsa Iran tidak akan pernah tercapai. Kedua, urgensi perlawanan tanpa henti dan spirit kesyahidan yang harus terus-menerus dijaga dan dipelihara.
Realitasnya perjalanan Republik Islam Iran selama empat dekade bergerak menuju perbaikan dan penyempurnaan. Meskipun hambatan dan rintangan tetap datang silih berganti, termasuk yang terbaru serangan teroris di berbagai kota di Iran yang semakin masif dalam beberapa tahun terakhir. Tapi semua itu bisa dipatahkan karena Iran menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan, serta menjaga spirit kesyahidan.
Zarif: Era Superpower Dunia Sudah Berakhir
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, era superpower di dunia ini sudah berakhir. Stasiun televisi Alalam (14/12/2018) melaporkan, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif menyinggung peran penting masyarakat di Iran dan menuturkan, Republik Islam Iran adalah salah satu pemain penting di tingkat regional dan internasional, dan dapat ikut menentukan masa depan. Ia menambahkan, Iran adalah negara kuat dan berpengaruh, dan kenyataan ini bukan yang terjadi dalam 40 tahun terakhir, tapi sejak 7.000 tahun lalu.
Menurut Zarif, Arab Saudi tahun lalu membelanjakan uang senilai 65 miliar dolar untuk membeli senjata dari Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lain, namun senator Amerika, Lindsey Graham mengatakan, jika dua minggu saja para penguasa Saudi tidak mendapat dukungan Amerika, maka mereka terpaksa berbicara dalam bahasa Farsi.
Menlu Iran juga menyinggung statemen Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengatakan jika tidak ada dukungan Amerika atas Saudi, maka negara itu tidak akan bisa mengurus diri sendiri.
"Sebagai seorang Muslim saya merasa malu dengan pernyataan Trump terkait negara tetangga Iran," ujarnya.
Zarif menegaskan, dunia sudah berubah dan Barat bukan poros semesta, oleh karena itu kebijakan visi ke Timur tidak berarti apapun, sebagaimana juga kebijakan visi ke Barat, karena Barat melihat Timur dan begitu sebaliknya.
Pasdaran: Iran Sukses Uji Lebih dari 40 Rudal Pertahun
Komandan Brigade Kedirgantaraan Sepah Pasdaran Iran, Brigjen Amir Ali Hajizadeh menilai reaksi AS terhadap uji coba rudal Iran menunjukkan pentingnya masalah tersebut.
"Tahun lalu, Iran menguji sekitar 40 hingga 50 rudal," ujar Brigjen Hajizadeh.
Pada awal Desember lalu, Menteri Pertahanan AS, Mike Pompeo di akun twitternya menulis, Iran baru-baru ini berhasil menguji sebuah rudal balistik baru yang bisa membawa hulu ledak berbagai jenis.
Sehari sebelumnya, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen AbolFazl Shekarchi mengatakan uji coba rudal dan pengujian sistem pertahanan Republik Islam Iran akan tetap dilanjutkan demi pertahanan nasional.
SPV, Hapus Dolar dari Transaksi Ekonomi Eropa dan Iran
Ketua Dewan Hubungan Parlemen Eropa dan Iran, mengatakan, Uni Eropa mempertimbangkan untuk mengeporasikan SPV dengan tujuan menghapus dolar dari mata uang transaksi ekonomi regional.
Cronberg dalam pertemuan dengan Ketua Kamar Dagang Iran, Gholam Hossein Shafei menegaskan upayanya untuk mendorong percepatan implementasi SPV.
"Sanksi AS terhadap Iran berbeda dengan periode sebelumnya. AS menggunakan dolar sebagai rujukan utama alat tukar transaksi keuangan untuk mengontrol pihak lain, termasuk perusahaan-perusahaan Eropa," ujar Cronberg.
"Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan besar Eropa mengkhawatirkan dampak dari sanksi periode ini, ketakutan tersebut menghalangi berlanjutnya aktivitas mereka dengan Iran," tegasnya.
Mengenai JCPOA, Tarja Cronberg menegaskan bahwa JCPOA bukan hanya masalah kepentingan ekonomi saja, tapi juga kepentingan politik dan kerja sama antara Iran dengan negara lain dan Eropa.
"Menurut saya, pihak Iran dan Eropa sama-sama senang dan diuntungkan dengan kesepakatan internasional ini," pungkasnya.
Polisi Iran Tangkap 12 Pelaku Serangan Teroris Chabahar
Wakil Kepala Kepolisian Republik Islam Iran, Ayoub Solemani mengkonfirmasikan penangkapan 12 orang yang terlibat dalam serangan teroris terbaru di Chabahar, wilayah tenggara Iran.
"Seluruh pelaku dalam negeri serangan teroris Chabahar sudah ditangkap, " ujar Solemani hari Kamis (13/12).
"Kepolisian sedang melanjutkan pengejaran pelaku luar negeri serangan teroris ini," tegasnya.
Seorang teroris, Kamis (6/12/2018) menyerang markas polisi di distrik Chabahar, Provinsi Sistan-Baluchestan Iran dan meledakkan bom mobil yang dikendarainya di gerbang masuk markas tersebut.
Aksi teror itu menyebabkan dua orang gugur dan 42 lainnya terluka termasuk beberapa perempuan dan anak-anak. Pelaku serangan juga tewas di tempat kejadian.
Ilmuwan Iran Raih Penghargaan Akademi Sains Dunia
Di bidang sains,ilmuwan dan peneliti Iran di bidang sel punca menyabet penghargaan tahun 2019 Akademi Sains Dunia (Twas) di bidang biologi.
Di Konferensi umum dan ke-28 Majelis Umum Akademi Sains Dunia (The World Academy of Sciences) yang digelar di Trieste Italia, Dr, Hossein Baharvand, ilmuwan Iran meraih penghargaan karena perannya di bidang sel punca.
Menurut laporan ini, di antara prestasi Hossein Baharvand adalah meraih penghargaan internasional UNESCO di bidang biologi tahun 2014.
Ilmuwan Iran ini tahun 2017 juga dimasukkan ke kelompok 20 individu berpengaruh di bidang sel punca oleh The Niche.
Penghargaan 2019 Akademi Sains Dunia (TWAS) akan diserahkan tahun depan dalam sebuah acara Pertemuan Umum World Academy of Sciences. Penghargaan tahunan TWAS dianugerahkan untuk sembilan cabang ilmu pertanian, biologi, kimia, ilmu Bumi, astronomi, dan ilmu luar angkasa, teknik, matematika, kedokteran, fisika dan ilmu sosial.