Iran Aktualita, 22 Desember 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i65691-iran_aktualita_22_desember_2018
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya kunjungan Presiden Iran, Hassan Rouhani bersama rombongan ke Ankara untuk menghadiri pertemuan dewan kerja sama strategis Iran dan Turki.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 22, 2018 16:30 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan Turki
    Presiden Iran dan Turki

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya kunjungan Presiden Iran, Hassan Rouhani bersama rombongan ke Ankara untuk menghadiri pertemuan dewan kerja sama strategis Iran dan Turki.

Masalah lain mengenai pernyataan Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif tentang kerja sama Iran dan Turki dalam mewujudkan perdamaian di kawasan. Di bidang sosial, masyarakat Iran merayakan malam Yalda pada Jumat 21 Desember, sebagai malam terpanjang dalam setahun. Di bidang olah raga atlet gulat Iran meraih juara dalam pertandingan antar klub dunia. Di bidang keamanan, Pasdaran menyatakan bahwa riset dan uji coba rudal Iran akan terus berlanjut.

Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Presiden Iran Kunjungi Turki

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di Ankara, ibu kota Turki pada hari Kamis, 20 Desember 2018. Setibanya di Ankara, langsung disambut hangat oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kunjungan Rouhani ke Turki atas undangan resmi Erdogan untuk membicarakan beragam isu penting bilateral. Sesi kelima pertemuan Dewan Tinggi Strategis Iran dan Turki yang dipimpin oleh pemimpin kedua negara, telah diumumkan sebagai program paling penting dari kunjungan tersebut.

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Iran dan Turki bisa menjadikan sanksi lalim Washington terhadap Tehran sebagai peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

Di hadapan para pengusaha dan pelaku ekonomi Iran dan Turki, Rouhani hari Kamis (20/12) menegaskan kesiapan Tehran untuk memenuhi kebutuhan energi Turki dalam jangka panjang.

Dalam pertemuan tersebut, Rouhani kembali menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai tindakan lalim yang bertentangan dengan aturan internasional.

"Selain aturan internasional dan kepentingan bangsa-bangsa, tidak ada kekuatan lain yang bisa mempengaruhi hubungan ekonomi Iran dan Turki," ujar Presiden Iran.

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, sanksi lalim AS terhadap Iran adalah aksi teroris, karena menjegal negara lain menjalankan resolusi PBB no.2231, bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas global, dan menciptakan ketakutan bagi bangsa-bangsa dunia, perusahaan dan pelaku usaha.

"Resolusi PBB no.2231 menghendaki semua negara dunia mendukung JCPOA, dan menciptakan atmosfir yang kondusif bagi hubungan perdagangan dengan Iran," ujar Rouhani dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan hari Kamis (20/12).

"Kini sejumlah negara dunia mengikuti AS dengan mengabaikan resolusi dewan keamanan PBB dan aturan internasional yang melanggar hak bangsa Iran. Era bully dan pemerasan di dunia telah berakhir. Kini saatnya bangsa-bangsa dunia mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama," tegasnya.

Bendera Iran dan Turki

Rouhani dalam pidatonya tetap optimis menyikapi berlanjutnya sanksi AS terhadap Iran.

"Kondisi akibat sanksi zalim dan tidak adil terhadap Iran bisa diubah menjadi situasi yang bernilai bagi hubungan ekonomi Iran dan Turki, sehingga tidak ada satu ancamanpun yang bisa mempengaruhinya," tegas Rouhani.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Iran menegaskan penolakan Ankara terhadap sanksi sepihak Washington atas Tehran.

"Turki tidak bisa menerima sanksi ini, dan tidak ada satu pihak pun yang bisa meminta Turki untuk menurunkan hubungan ekonominya dengan Iran," papar Erdogan.

"Langkah sepihak AS mengancam keamanan global, dan semua pihak harus tahu bahwa dunia saat ini membutuhkan perdamaian dan keamanan, bukan perang," tegas Presiden Turki.

Pertemuan kelima Dewan Tinggi Hubungan Strategis Republik Islam Iran dan Turki mengakhiri kerjanya di Ankara, ibukota Turki dengan mengeluarkan pernyataan bersama. Bagian terpenting dari pernyataan bersama ini adalah implementasi target 30 miliar dolar untuk hubungan perdagangan Iran-Turki dalam setahun, yang membutuhkan penggunaan mekanisme yang tepat.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Zarif: Iran dan Suriah Berupaya Wujudkan Stabilitas Regional

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, Iran dan Turki berupaya untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Mohammad Javad Zarif di akun twitternya menulis, "Iran dan Turki sebagai tetangga yang menjaga perdamaian dan ketenteraman selama empat ratusan tahun berkomitmen untuk bekerja sama dalam menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan".

Presiden Iran, Hassan Rouhani bersama pejabat tinggi negara ini hari Rabu tiba di Ankara untuk menghadiri pertemuan dewan strategis bilateral.

Republik Islam Iran dan Republik Turki hari Kamis (20/12) menandatangani dua nota kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan, serta komunikasi dan media.

Meja sajian malam Yalda

Masyarakat Iran Peringati Malam Yalda

Shab-e Yalda atau Shab-e Chelleh adalah festival Iran yang dirayakan pada apa yang disebut sebagai "malam terpanjang dan tergelap tahun ini." Yalda adalah perayaan musim dingin, yaitu, pada malam dari titik balik matahari musim dingin di Belahan Bumi Utara.

Shab-e Yalda diperingati di malam 1 Dey dalam penanggalan Persia, di mana tahun ini, bertepatan dengan tanggal 21 Desember 2018, hari Jumat. Dengan demikian, orang-orang Iran dan bangsa lain yang mengadopsi tradisi Iran kuno tersebut akan merayakan Malam Yalda pada Jumat malam.

Atlet Gulat Iran Rebut Juara di Pertandingan antar Klub Dunia

Di bidang olah raga, tim gulat "Bimeh Razi Ardabil" (Perusahaan Asuransi Ardabil) Iran dilaporkan meraih juara di pertandingan gulat internasional antar tim sedunia.

IRIB melaporkan, tim Bimeh Razi Ardabil Iran Jumat sore (21/12) di final pertandingan gulat dunia yang digelar di kota Ardabil, barat laut Iran mengalahkan tim Rusia dengan skor 8-2 dan keluar sebagai juara dunia.

Tim Sina Sanat Izeh Iran dan tim Turki menduduki posisi ketiga dan keempat di pertandingana gulat antar klub ini. Di pertandingan antarklub sedunia sebelumnya, tim Bimeh Razi Ardabil Iran juga meraih juara setelah mengalahkan tim Turki.

Komisi Keamanan Nasional Iran Kecam Resolusi PBB

Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, Parlemen Iran mengecam resolusi Majelis Umum PBB yang menuduh Iran melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

IRIB (19/12/2018) melaporkan, Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, Parlemen Iran, Rabu (19/12)  mengecam resolusi anti-Iran dan mengumumkan, Iran adalah korban terorisme, dan HAM justru lebih banyak dilanggar oleh kubu penentang pemerintah Republik Islam Iran.

Menurut Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, resolusi PBB tersebut dirilis berpatokan pada standar ganda.

Majelis Umum PBB akhirnya mengesahkan resolusi usulan Kanada terkait kondisi HAM di Iran. Dalam resolusi itu tuduhan-tuduhan pelanggaran HAM oleh Iran kembali diulang.

Uji coba rudal Iran

Pasdaran: Riset dan Uji Coba Rudal Iran akan Terus Berlanjut !

Wakil Koordinator Sepah Pasdaran Iran, Brigjen Ali Fadavi hari Jumat (21/12) mengatakan riset dan uji coba rudal sepah pasdaran akan terus berlanjut dalam bentuk yang paling aktif dan menjadi yang terbaik.

"Republik Islam Iran saat ini hanya menampilkan bagian kecil dari capaiannya di bidang pertahanan," ujar Brigjen Fadavi.

"Riset di bidang pertahanan, termasuk rudal sebuah masalah penting dan permanen bagi Sepah Pasdaran," tegasnya.

Sebelumnya, komandan Brigade Kedirgantaraan Sepah Pasdaran Iran, Brigjen Amir Ali Hajizadeh menilai reaksi AS terhadap uji coba rudal Iran menunjukkan pentingnya masalah tersebut.

"Tahun lalu, Iran menguji sekitar 40 hingga 50 rudal," tutur Brigjen Hajizadeh.

Pada awal Desember lalu, Menteri Pertahanan AS, Mike Pompeo di akun twitternya menulis, Iran baru-baru ini berhasil menguji sebuah rudal balistik baru yang bisa membawa hulu ledak berbagai jenis.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen AbolFazl Shekarchi mengatakan uji coba rudal dan pengujian sistem pertahanan.

Manuever militer "Nabi Agung" ke-12

Pekan lalu Iran menggelar manuver militer Nabi Agung yang berkahir hari Sabtu. Komandan Angkatan Darat Sepah Pasdaran Iran, Brigjen Mohammad Pakpour hari Jumat (21/12) mengkonfirmasi penyelenggaraan manuver militer "Nabi Agung" ke-12 yang berlangsung di pulau Qeshm, wilayah selatan negara ini.

Latihan perang ini melibatkan brigade gerak cepat, pasukan udara, tim penyerang dan perusak, dan rudal jarak menengah untuk meningkatkan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi serangan musuh yang datang sewaktu-waktu.

Pada tahap akhir manuver Nabi Agung 12, Sabtu (22/12) di Qeshm, strategi perubahan sistem defensif menjadi ofensif dan teknik membawa pertempuran ke dalam wilayah kekuasaan musuh untuk melindungi perbatasan Iran, sukses dilakukan.

Latihan pertahanan pantai dengan menembakkan rudal-rudal dari pantai ke laut, operasi darat-laut, praktek teknik-teknik baru dan peralatan perang buatan dalam negeri, penghancuran drone mata-mata musuh dan kombinasi operasi kendaraan lapis baja dan udara untuk menerobos ke dalam wilayah musuh, merupakan tahap lain dari manuver militer Nabi Agung 12 ini.