Jubir Kemenlu Iran: Eropa Ciut di Hadapan Tekanan AS
-
Bahram Ghasemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Eropa pada praktiknya menunjukkan diri tidak punya keinginan untuk melawan tekanan Amerika Serikat.
Jubir Kemenlu Iran, Bahram Ghasemi, Senin (31/12/2018) dalam jumpa pers dengan wartawan dalam dan luar negeri menyinggung langkah khusus seputar mekanisme finansial Iran-Eropa, SPV setelah berlalu dua bulan dari batas waktu yang ditentukan untuk mempertahankan kesepakatan nuklir, JCPOA pasca keluarnya Amerika, dan masih belum juga dilaksanakan.
Ia menambahkan, masalah-masalah seperti kerumitan mekanisme dan tekanan melebihi batas yang dilakukan Amerika terhadap negara-negara Eropa menyebabkan perundingan memakan waktu lama.
Ghasemi menuturkan, hal yang perlu diperhatikan adalah tekad politik Eropa untuk mempertahankan JCPOA, dalam praktinya mereka menunjukkan ketidakmampuan melakukan apapun di hadapan tekanan Amerika dan tidak bisa melaksanakan komitmen pada waktu yang telah ditentukan.
Jubir Kemenlu Iran menerangkan, kerumitan dalam menciptakan mekanisme finansial, ketidakmampuan Eropa dan tekanan Amerika, begitu juga blokade dolar, menyebabkan implementasi rencana ini menjadi tertunda.
Bahram Ghasemi juga menyinggung penarikan para penasihat militer Iran dari Irak dan menuturkan, kehadiran para penasihat militer Iran di Irak atas permintaan resmi pemerintah Baghdad untuk membantu memerangi kelompok-kelompok teroris.
Para penasihat militer Iran itu, katanya, ditarik dari Irak setelah wilayah-wilayah yang diduduki Daesh berhasil dibebaskan dan para teroris itu keluar dari Irak, sehingga tugas para penasihat militer Iran sudah selesai. (HS)