Guardian: "Proyek Kebebasan" Trump Hanya Sandiwara di Tengah Kebuntuan
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Surat kabar The Guardian menggambarkan "Proyek Kebebasan" Trump yang mengatasnamakan kemanusiaan sebagai bagian dari aksi sandiwara presiden AS untuk keluar dari kebuntuan yang menjeratnya.
Dilansir Pars Today, 5 Mei 2026, The Guardian menulis bahwa proyek ini memiliki semua ciri khas "pertunjukan teatrikal" ala Trump.
Surat kabar Inggris itu menegaskan bahwa bukan rahasia lagi jika Trump saat ini terperangkap dalam jurang antara perang dan damai, sebuah situasi membingungkan yang ditandai dengan ketiadaan perdamaian, gencatan senjata yang hanya sementara (sebulan), penutupan Selat Hormuz dengan waktu yang tidak jelas, serta kekacauan ekonomi akibat semua itu.
The Guardian menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, Trump sering mencoba mengubah narasi. Yang masih belum jelas adalah: apakah ia akan keluar dari situasi ini dengan perdamaian atau perang.
Donald Trump, presiden AS yang gagal menembus blokade laut Iran, meluncurkan "Proyek Kebebasan" sejak Senin dini hari dengan dalih memberikan kebebasan melintas di Selat Hormuz.
Para analis menyatakan bahwa penutupan Hormuz adalah konsekuensi langsung dari agresi Amerika, dan mereka meyakini bahwa dampak dari "Proyek Kebebasan" Trump justru akan kembali menghantam Amerika Serikat sendiri.
The Guardian ikut mencatat: Proyek Kemerdekaan Trump tidak lebih dari sandiwara. Presiden AS, yang gagal total di medan nyata, kini berusaha mengalihkan perhatian dengan pencitraan. Namun, dunia sudah tidak lagi mudah ditipu. Kebuntuan tetap kebuntuan, sandiwara tidak akan mengubah kenyataan bahwa AS kalah langkah di Hormuz.(Sail)