Manuver Besar-besaran AD Militer Iran
-
Manuver Eghtedar-97.
Pasukan Angkatan Darat (AD) Militer Republik Islam Iran menggelar manuver selama dua hari dengan sandi "Ya Fatimah Zahra as".
Manuver Eghtedar-97 ini dimulai pada Jumat pagi, 25 Januari 2019 di wilayah Nasrabad, Isfahan dan meliputi provinsi-provinsi lainnya. Latihan militer ini melibatkan beragam peralatan canggih buatan dalam negeri.
Juru bicara Manuver Eghtedar-97 Nozar Nemati mengatakan, lebih dari 12.000 pasukan infanteri dan berbagai unit lapis baja serta persenjataan terbaru dilibatkan dalam latihan militer ini.
Selain itu, artileri, pasukan reaksi cepat, infanteri mekanik, unit teknik, unit tempur, telekomunikasi dan unit udara serta drone ditempatkan di daerah yang luas di Provinsi Isfahan untuk melakukan misi-misinya dalam manuver tersebut.
Di sisi lain, helikopter pengangkut, Chinook 214 dan helikopter tempur juga dikerahkan di daerah itu dan akan melaksanakan misi-misi udara, pengintaian dan pertempuran. Helikopter tempur akan mendeteksi dan menghancurkan elemen, peralatan dan benteng musuh.
Kemampuan pertahanan Iran telah mencapai puncaknya di ulang tahun ke-40 Kemenangan Revolusi Islam. Kekuatan yang muncul dari potensi dalam negeri ini membawa pesan perdamaian untuk negara-negara sahabat dan sekaligus peringatan bagi musuh-musuh Iran.
Menuntut perdamaian di puncak kedaulatan militer merupakan doktrin pertahanan Iran, di mana kedaulatan militer ini hanya memiliki aspek pencegahan. Iran selalu mengejar perdamaian dan keamanan di kawasan dan tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang.
Sejarah Iran adalah sejarah perdamaian dan persahabatan. Pesan berbagai manuver yang telah diselenggarakan di banyak sektor militer pasca kemenangan Revolusi Islam adalah pesan perdamaian dan persahabatan untuk negara-negara tetangga.
Hari ini, kekuatan pertahanan dan militer Iran sepenuhnya mandiri dan muncul dari potensi dalam negeri, di mana kemampuannya telah masuk ke tahap perancangan dan produksi senjata-senjata yang diperlukan oleh angkatan bersenjata. Iran telah sampai pada tahap mampu untuk memenuhi kebutuhan militernya sendiri.
Manuver Eghtedar-97 adalah arena pertunjukan kekuatan pertahanan militer Iran dengan peralatan dan persenjataan modern buatan dalam negeri. Komandan AD Militer Iran Brigadir Jenderal Kioumars Heydari mengatakan, dalam latihan militer ini tidak digunakan senjata dan teknologi produksi asing, di mana ini adalah keistimewaan yang jelas dari Manuver Eghtedar-97.
Di antara tujuan manuver tersebut adalah melatih kekuatan bergerak, perpindahan cepat berbagai unit dan penggunaan peralatan militer buatan dalam negeri dengan mengubah pendekatan pertahanan menjadi pendekatan kekuatan serangan.
Pesawat-pesawat dan drone pengintai juga akan digunakan dalam latihan ini untuk mengidentifikasi area umum. Manuver Eghtedar-97 merupakan latihan terbesar AD Militer Iran yang meliputi sembilan provinsi: Isfahan, Azerbaijan Timur dan Barat, Kerman, Kermanshah, Qazvin dan Hamedan.
Menjaga kemampuan militer dan menguji coba senjata adalah agenda setiap militer, di mana Iran menggelar latihan-latihan militer dalam konteks agenda tahunannya. Sebelum Manuver Eghtedar-97, Iran telah sukses melaksanakan latihan militer dengan sandi "Eghtedar-e Havai Fadayan Harim-e Velayat 97" di wilayah Isfahan.
Manuver selama dua hari tersebut melibatkan berbagai sistem senjata canggih dan pesawat. Pangkalan Udara Shahid Babaei Isfahan menjadi tuan rumah bagi pesawat-pesawat tempur, predator, pembom tempur, pesawat angkut berat dan semi-berat, pengisian bahan bakar pesawat, pesawat pencegat dan pesawat pengintai serta pesawat tanpa awak (drone).
Penguatan kekuatan pertahanan dengan senjata-senjata produksi dalam negeri telah meyakinkan kekuatan pencegahan Republik Islam Iran. Oleh karena itu, Iran menjadi negara penting di sektor militer yang diperhitungkan oleh kawan dan lawan, di mana negara-negara sahabat dan tetangganya tertarik untuk memanfaatkan pengalaman Iran di bidang pertahanan dan militer. (RA)