Iran Aktualita, 26 Januari 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66983-iran_aktualita_26_januari_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin besar Revolusi Islam Iran dengan pejabat dan peneliti Institute for Cognitive Sciences Studies (ICSS), Iran akan melanjutkan program nuklirnya dengan kekuatan penuh,
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 26, 2019 14:50 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin besar Revolusi Islam Iran dengan pejabat dan peneliti Institute for Cognitive Sciences Studies (ICSS), Iran akan melanjutkan program nuklirnya dengan kekuatan penuh,

Selain itu, pernyataan jurnalis Press TV yang baru dibebaskan setelah ditangkap dan ditahan di AS, Marzieh Hashemi. Ia menyebut FBI telah memperlakukan dirinya seperti seorang penjahat, Mentrei Pertahanan Iran, Brigjen Hatami yang mengatakan bahwa satelit kedua Iran akan segera diluncurkan, Jepang akan melanjutkan pembelian minyak dari Iran dan prestasi sepak bola Iran.

Pertemuan Rahbar dengan para ilmuwan Iran 

Rahbar: Kemajuan Sains Iran tak Boleh Melambat

Berikut ini adalah pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dengan para pejabat dan peneliti Institute for Cognitive Sciences Studies (ICSS) di Tehran, Rabu, 23 Januari 2019.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menekankan pentingnya upaya komprehensif siang-malam untuk lebih memajukan sains dan mengatakan, percepatan gerakan sains nasional tidak boleh menurun atau berhenti.

Rahbar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (23/1/2019) dalam pertemuan dengan pejabat dan peneliti Institut Studi Sains Kognitif Iran (ICSS), menteri pendidikan, pimpinan dan staf pengajar perguruan tinggi menjelaskan, setiap bangsa yang tertinggal dari ilmu pengetahuan modern dan teknologi yang terkait dengannya, akan mengalami nasib keterbelakangan, kehinaan dan penjajahan.

Rahbar menilai gerakan kemajuan sains Iran dalam 20 tahun terakhir cukup baik. Menurutnya, akselerasi gerakan kemajuan sains ini tidak boleh menurun tapi kecepatannya harus terus dipertahankan untuk 20 hingga 30 tahun mendatang sehingga mencapai puncaknya.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung bukti-bukti bersejarah di beberapa negara yang berada dalam kondisi sangat sulit, namun berhasil meletakkan pondasi ilmu pengetahuan besar.

"Kondisi kita hari ini tidak sesulit gejolak di negara-negara itu, karenanya kita dapat membangun pondasi-pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh," ujarnya.

Ali Akbar Salehi

Iran Lanjutkan Program Nuklirnya dengan Kekuatan Penuh

Kepala Badan Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi mengatakan, Republik Islam Iran akan melanjutkan aktivitas program nuklirnya dari eksplorasi, ekstraksi, pengayaan, pembangunan pembangkit listrik hingga sentrifugal baru dengan kekuatan penuh.

"Masalah teknis JCPOA telah mengatur bagaimana Iran bisa melanjutkan program nuklirnya tanpa melanggar kesepakatan ini," ujar Salehi hari Selasa (22/1).

"Sejak keluarnya instruksi langsung Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengenai pengayaan uranium dengan kapasitas 190.000 su, terjadi kemajuan siginifikan yang telah dicapai," tegas Kepala AEOI.

Di bagian lain statemennya, Salehi mengungkapkan sekitar 10 hari lagi, 30 ton kue kuning akan dikirim dari Ardakan ke Esfahan.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan instruksi kepada badan energi atom Iran supaya mempercepat kesiapan untuk memproduksi pengayaan uranium hingga 190.000 su dalam kerangka JCPOA.

Marzieh Hashemi

Marzieh Hashemi: FBI Perlakukan Saya Seperti Seorang Penjahat

Jurnalis Press TV, Iran dua hari setelah dibebaskan dari tahanan Amerika Serikat dalam wawancara dengan televisi Russia Today mengaku diperlakukan seperti penjahat oleh petugas Biro Investigasi Federal Amerika, FBI.

IRIB (26/1/2019) melaporkan, wartawan Press TV, Marzieh Hashemi saat diwawancara stasiun televisi Rusia, Russia Today (RT) mengatakan, sangat membingungkan bahwa anda dapat ditangkap, ditahan dan dibelenggu tanpa melakukan kejahatan apapun, dan saya menyaksikannya sendiri.

Ia menambahkan, apa yang saya sadari adalah betapa mudahnya bagi mereka (FBI) untuk membuat seseorang hilang.

Marzieh Hashemi kepada RT mengaku ia dipaksa melepas hijabnya di muka umum saat di tahan. Kepada petugas FBI ia mengatakan, saya seorang Muslim, saya punya hak untuk mengenakan hijab, ini adalah kebebasan beragama dan apa yang anda lakukan melanggar hukum.

Wartawan Press TV itu juga mengaku hampir tidak makan selama tiga hari pertama ditahan karena FBI menolak untuk memberikan makanan halal kepadanya, namun untungnya Marzieh Hashemi menyimpan apel yang diberikan oleh salah seorang petugas kepadanya.

Brigjen Hatami

Brigjen Hatami: Satelit Kedua Iran Segera Diluncurkan

Menteri Pertahanan Iran mengatakan, satelit kedua Iran akan segera diluncurkan ke ruang angkasa.

Menhan Iran, Brigjen Amir Hatami, Rabu (23/1/2019) di hadapan wartawan menuturkan, dari dua satelit yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani akan diluncurkan ke ruang angkasa, salah satunya sudah diluncurkan dan satu lagi akan segera menyusul.

Brigjen Hatami menjelaskan, sebuah langkah maju dan permanen di bidang peluncuran satelit sudah dilakukan Iran.

"Republik Islam Iran menguasai seluruh proses pembuatan, peluncuran dan dukungan satelit secara penuh," ujarnya.

Satelit Iran, Payam pada 15 Januari 2019 diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket peluncur Simorgh, namun gagal mengorbit.

Minyak Iran

Jepang akan Melanjutkan Pembelian Minyak dari Iran

Duta Besar Jepang untuk Iran, Mitsugu Saito mengatakan beberapa perusahaan Jepang akan terus membeli minyak dari Iran, karena minyak mentah memainkan peran penting dalam rencana jangka panjang Jepang.

"Kami sudah melakukan negosiasi yang kompleks dengan AS untuk membeli minyak dari Republik Islam dan akhirnya kapal tanker minyak Jepang berlabuh di pelabuhan-pelabuhan Iran," kata Dubes Saito seusai bertemu dengan Ketua Pusat Riset Parlemen Iran, Kazem Jalali pada hari Senin (21/1/2019) seperti dikutip IRNA.

Dia menambahkan bahwa beberapa perusahaan Jepang masih bekerja sama dengan Republik Islam meskipun beberapa negara Barat telah meninggalkan Iran pasca pemulihan sanksi sepihak AS.

"Hubungan diplomatik Jepang dan Iran sudah terjalin sejak 90 tahun lalu. Kami berharap kerja sama bilateral kami akan meningkat," kata Dubes Saito.

Sementara itu, Jalali menyatakan harapan bahwa hubungan tradisional kedua negara akan mengarah pada peningkatan kerja sama ekonomi Iran-Jepang.

Menurutnya, penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir akan membahayakan semua negara.

"Jika Jepang dan negara-negara dunia lainnya ingin menegakkan hukum internasional, maka mereka perlu melawan pelanggaan hukum yang dilakukan oleh AS," tegasnya.

Timnas Iran menghadapi Cina

Ranking FIFA, Timnas Iran Duduki Puncak Asia

Badan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali mengumumkan peringkat terbaru tim-tim sepak bola dunia.

Dalam daftar rangking baru FIFA yang dirilis Kamis (16/8/2018), Tim Melli (tim nasional sepak bola Iran) menduduki peringkat ke-32 dunia dan pertama di Asia.

Ini adalah daftar ranking pertama yang diumumkan FIFA setelah Piala Dunia 2018 Rusia. Peringkat pertama dunia dipegang oleh Prancis dengan poin 1.726 dan posisi pertama Asia diduduki Iran dengan 1.471 poin dan kembali merebut posisinya dari Australia.

Posisi berikutnya dipegang oleh timnas Belgia, Brasil, Kroasia, Uruguay, Inggris, Portugal, Swiss, Spanyol, dan Denmark.

Lima tim pertama Asia adalah Iran (32-dunia), Australia (43), Jepang (55), Korea Selatan (57), dan Arab Saudi (ke-70).

Tim Nasional Sepak Bola Republik Islam Iran akan menghadapi Jepang di babak semifinal Piala Asia 2019 yang diselenggarakan di Stadion Hazza bin Zayyed, Uni Emirat Arab, Senin, 28 Januari 2019.

Dalam pertandingan perempat final yang dilaksanakan di Stadion Mohammad bin Zayed, Kamis, 24 Januari 2019, timnas Iran mengalahkan Cina 3-0. (PH)