Pertemuan Rahbar dengan PM Armenia
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei (paling kanan)
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran dan Republik Armenia memiliki hubungan yang sangat baik dan hubungan kedua negara harus ramah, tegas dan konsisten, di mana ini bertentangan dengan keinginan Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan Rahbar dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan di Tehran, Rabu sore, 27 Februari 2019.
"AS benar-benar tidak dapat dipercaya dan negara itu selalu mencari perpecahan dan perang," imbuhnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyerukan penguatan hubungan antara Iran dan Armenia.
"Republik Islam Iran dan Armenia adalah dua negara tetangga yang memiliki hubungan persahabatan dan hubungan mereka berakar dalam sejarah," tuturnya.
Ayatulah Khamenei lebih lanjut menyinggung hubungan yang sangat bersahabat antara rakyat Iran dan Armenia dan pengorbanan komunitas Armenia di Iran selama era Pertahanan Suci (perang yang dipaksakan rezim Baath Irak terhadap Iran selama delapan tahun).
"Saya telah mengunjungi keluarga para martir Iran-Armenia di Tehran, karena kami menganggap para martir Armenia dalam perang yang dipaksakan ini sebagai sumber kebanggaan dan kehormatan bagi Iran, sama seperti para Syuhada Muslim," jelasnya.
Rahbar menilai peningkatan kerja sama dan hubungan persahabatan antara Iran dan Armenia sebagai tugas yang harus dilakukan demi kepentingan bersama.
"Tentu saja, AS menentang hubungan antara Iran dan Armenia dan negara itu menentang kepentingan kedua negara. Namun, sebagai tanggapan, kita perlu memperkuat hubungan dan kerja sama kita," tegasnya.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung hubungan persahabatan antara Iran dan Armenia di sepanjang sejarah.
"Iran dan Armenia tidak pernah memiliki masalah satu sama lain. Menurut ajaran Islam kita, kita merasa berkewajiban untuk berperilaku baik terhadap negara-negara tetangga kita; meskipun para pejabat AS, seperti John Bolton, tidak memiliki pemahaman tentang hal-hal seperti itu atau tentang hubungan manusia," ujarnya.
Rahbar menuturkan, tingkat kerja sama ekonomi antara Iran dan Armenia masih rendah mengingat sumber daya dan potensi yang dimiliki kedua negara.
"Perjanjian dan MoU yang dicapai selama keunjungan ini harus dikejar dengan penuh semangat," tandasnya.
Ayatullah Khamenei juga menyinggung konflik antara Armenia dan Republik Azerbaijan, dan mengatakan, resolusi masalah Nagorno-Karabakh (Artsakh) terletak pada kelanjutan negosiasi antara pejabat Azerbaijan dan Armenia.
Rahbar selanjutnya mengumumkan kesediaan Republik Islam Iran untuk menawarkan bantuan dalam menyelesaikan masalah tersebut. (RA)