Penekanan Rahbar Soal Menindaklanjuti Serius untuk Membantu Korban Banjir
-
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Menyusul curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua pekan terakhir, banjir bandang melanda bagian utara, barat, dan selatan Iran yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian finansial. Dalam peristiwa ini, beberapa provinsi Iran, termasuk Golestan, Mazandaran, Fars, Lorestan, dan Kermanshah menderita banjir dan genangan air.
Sejak jam-jam pertama insiden itu, anggota badan penanggulangan bencana dengan bantuan pasukan angkatan bersenjata, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IGRC) dan anggota Basij bergegas menuju daerah yang terlanda banjir dan para pejabat yang hadir di daerah-daerah terdampak banjir untuk menindaklanjuti proses membantu masyarakat. Mengingat besarnya dan luasnya wilayah yang terdampak banjir, upaya ini kini berlipat ganda untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran berbicara di sesi khusus pada hari Selasa (02/04) yang dihadiri wakil presiden dan sejumlah anggota kabinet, kepala staf angkatan bersenjata dan komandan seluruh militer dan IRGC, komandan pasukan darat, angkatan laut, polisi dan Basij dan para pejabat dari badan penanggulangan bencana nasional dan lembaga bantuan. Rahbar menerima laporan dari pejabat eksekutif dan militer tentang status terkini daerah yang terkena dampak banjir dan tindakan yang diambil seraya mengatakan, "Semua keputusan dan tindakan yang diperlukan harus ditindaklanjuti dengan serius."
"Layanan yang telah dilakukan dan koordinasi antara lembaga serta kehadiran para pejabat senior dan komandan militer di jantung bencana dan di daerah yang terkena dampak adalah poin luar biasa dari insiden itu," tambah Rahbar.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Terlepas dari kerugian, masalah kerusakan mental dan psikologis yang disebabkan oleh peristiwa seperti banjir adalah masalah jangka panjang dan berpengaruh, sehingga harus direncanakan dan dengan mengacu pada masa depan, dimana cedera dan kerugian yang disebabkan oleh insiden tersebut dapat ditekan serendah mungkin."
Wajar jika insiden semacam itu terjadi di negara mana pun dan salah satu konvensi standar dalam perilaku internasional adalah menyampaikan bela sungkawa dan simpati terhadap insiden tersebut, tetapi Amerika yang mengklaim sebagai negara demokrasi dan pembela hak asasi manusia dalam keadaan khusus ini, memblokir rekening keuangan milik Bulan Sabit Merah Iran. Langkah ini dilakukan untuk mengganggu langkah nyata bantuan dari Palang Merah dan negara-negara lain kepada korban banjir Iran.
Sekarang, selama bertahun-tahun ada peristiwa di Iran, mulai dari pengayaan uranium hingga peluncuran roket pembawa satelit, menyelenggarakan pemilihan umum dan bahkan bencana alam yang terjadi seperti gempa bumi dan banjir telah menjadi subjek bagi Amerika Serikat dengan tujuan memperburuk tekanan dan menjadikannya obyek berita, demi mempertanyakan Iran. Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dengan tujuan seperti ini, dalam sebuah pernyataan yang memalukan mengaitkan banjir dengan salah urus para pejabat Iran. Ini adalah perilaku tidak manusiawi dari pejabat AS, sementara rakyat Amerika sendiri tidak pernah melupakan ketidakmampuan para pejabat AS dalam menangani sejumlah insiden seperti ini, termasuk bencana banjir di Louisiana, topan Katrina dan Maria.
Hamid Baeidinejad, Duta Besar Iran untuk Inggris menulis pesan Twitter tentang masalah ini menulis, "Media-media Amerika Serikat masih mengatakan soal Puerto Rico Amerika Serikat setelah menghadapi badai satu setengah tahun lalu dan menyebutnya "pulau yang terlupakan". Sampai saat ini, masalah air, listrik dan fasilitas dasar masyarakat belum terselesaikan dan banyak orang terpaksa meninggalkan kota mereka. Keinginan rakyat Puerto Rico hanyalah kedatangan para pejabat pemerintah untuk melihat masalah mereka."
Mereka yang tahu sifat para pejabat Amerika tidak pernah mengharapkan kemanusiaan atau bantuan dari mereka.
Bangsa Iran dalam segala kesulitan dan masalah selalu berada bersama satu sama lain dan para pejabat negara dengan hadir di daerah yang terkena dampak, selain melakukan tanggung jawab mereka, juga berusaha untuk mengatasi masalah dengan mengandalkan kapasitas internalnya. Ucapan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Selasa kemarin pada pertemuan dengan para pejabat dan perwakilan badan penanggulangan banjir menekankan hal ini.