Velayati: Teroris Bentukannya Dibasmi, AS Marah terhadap IRGC
-
Penasihat senior Rahbar untuk Urusan Internasional Ali Akbar Velayati berpidato.
Penasihat senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional Ali Akbar Velayati mengatakan keputusan Amerika Serikat memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris berakar dari kemarahan Washington atas kemenangan pasukan elit Iran ini dalam membertantas kelompok-kelompok teroris di negara-negara kawasan.
Hal itu di katakan Velayati dalam pidatonya di konferensi bertema "Saya adalah Anggota IRGC" di Universitas Azad Islam Tehran pada Senin, 15 April 2019.
Menyusul prestasi IRGC dalam memberantas kelompok-kelompok teroris yang didukung AS dan sekutunya di kawasan, para pejabat Washington akhirnya mengungkapkan niat mereka yang sebenarnya dan memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris.
"Sudah menjadi kebiasaan terkenal dan menjadi senjata usang Barat untuk menyebut siapa saja yang menentangnya sebagai teroris dan untuk menggambarkan negara mana pun yang menolak untuk melakukan penawaran dengan mereka sebagai pelanggar Hak Asasi Manusia," kata Velayati.
Dia menambahkan, alasan langah AS tersebut adalah bahwa Iran telah meletakkan dasar bagi kerja sama sejati di antara negara-negara besar di kawasan, dan bahwa Iran, Irak, Suriah, Lebanon, dan Palestina telah membentuk Front Muqaqama (perlawanan) yang bertindak sebagai kekuatan terpadu di mana masalah muncul.
Penasihat Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei untuk Urusan Internasional itu menegaskan bahwa kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) gagal menduduki Damaskus dan Baghdad karena kerja sama rakyat Irak dan Suriah dan juga karena berkat bantuan dan dukungan dari Iran.
AS pada hari Senin, 8 April 2019 memasukkan nama Pasdaran dalam daftar organisasi teroris, padahal Pasdaran memainkan peran utama dalam menumpas kelompok-kelompok teroris, yang didukung oleh Amerika, di kawasan.
Pasdaran atas permintaan resmi pemerintah Baghdad dan Damaskus, juga memberikan dukungan konsultatif untuk menumpas kelompok-kelompok teroris seperti Daesh di Irak dan Suriah. (RA)