Pidato Presiden Iran Mengenai Peran Sunni dalam Revolusi
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan Revolusi Islam bukan milik satu agama dan mazhab tertentu, namun milik semua rakyat Iran dan pengikut semua agama dan mazhab.
"Semua rakyat Iran dan pengikut semua agama dan mazhab telah memiliki kehadiran aktif dalam revolusi dan mereka memiliki negara dan revolusi ini," kata Rouhani dalam pidatonya dalam pertemuan dengan cendekiawan dan ulama Sunni Iran di Tehran, Senin (13/3/2019) malam.
Dia menambahan, warga Ahlussunah Iran memiliki kehadiran aktif dalam revolusi dan semua tahapnya.
"Warga Sunni memiliki kehadiran aktif di semua tahap, terutama pemilihan umum, dan mereka memilih perwakilannya," ujarnya.
Rouhani menegaskan saya telah mengatakan ini secara berulang kali bahwa sangat penting bagi pemerintah untuk melindungi martabat dan posisi sosial berbagai kelompok etnis dan agama agar memiliki kehadiran aktif dalam semua urusan negara.
Presiden Iran lebih lanjut menyinggung peningkatan luar biasa kehadiran saudara-saudara Ahlussunnah di panggung politik dan sosial selama 5-6 tahun terakhir.
"Simbol fakta ini adalah jabatan dua saudara Sunni kita sebagai duta besar negara kita. Pemerintah dan Republik Islam Iran menganggap Anda sebagai penjaga perbatasan negara yang setia. Mereka telah menjadi penjaga perbatasan Iran yang setia sejak kemenangan Revolusi Islam, dan mereka akan terus melakukannya," tuturnya.
Rouhani menandaskan, pemerintah tidak melakukan diskriminasi dalam memberikan layanan kepada warga Sunni yang dilanda banjir dan gempa bumi. Bagi kami, lanjutnya, tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah dalam penyediaan layanan.
"Kita semua adalah orang Iran dan Muslim, dan kami percaya atas hal ini. Selama gempa bumi Kermanshah, banyak dari mereka yang menghadapi masalah adalah saudara Sunni kita, dan pemerintah telah melakukan banyak pekerjaan di area yang dilanda gempa," tegasnya.
Hari ini, kata Rouhani, kita menyaksikan bagaimana Syiah dan Sunni bekerja sama untuk pembangunan dan kemajuan negara.
Presiden Iran lebih lanjut menyinggung berbagai ancaman musuh yang terus meningkat.
"Republik Islam Iran dan rakyat negara ini lebih besar daripada siapa pun yang bisa mengancam. Insya Allah, kita akan mengatasi tahap sulit ini dengan bermartabat dan bangga, dan musuh kita akan gagal," pungkasnya. (RA)