Mousavi: Iran Tunggu Langkah Praktis Eropa untuk Pertahankan JCPOA
-
Abbas Mousavi, jubir kemenlu Iran
Juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Mousavi mengatakan, Iran menunggu langkah praktis Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA.
Mousavi Senin (29/07) dalam jumpa pers di depan wartawan dalam dan asing seraya menjelaskan bahwa Iran tidak dapat mengandalkan komitmen lisan dan statemen politik Eropa menambahkan, upaya diplomatik untuk mempertahankan JCPOA akan terus dilanjutkan, namun jika Eropa tidak menjalankan komitmennya di kesepakatan ini, maka Iran akan malaksanakan langkah ketiganya dengan kuat.
Lebih lanjut Mousavi menilai langkah pengadilan Brazil memberi bahan bakar kepada dua kapal Iran sebagai langkah bertanggung jawab dan menjelaskan, negara-negara lain juga harus belajar dan melawan ancaman ilegal Amerika.
Jubir Kemenlu Iran juga mengisyaratkan perubahan pendekatan Uni Emirat Arab (UEA) di agresi Yaman dan mengatakan, pengurangan militer Emirat di Yaman merupakan langkah positif dan dapat berujung pada stabilitas dan keamanan regional serta menurunkan tensi di kawasan termasuk di Yaman.
Terikait statemen petinggi Saudi yang mengklaim siap berunding dengan Iran, Mousavi mengatakan, Iran berulang kali menuntut penyelesaian isu dan ketegangan antar negara Islam tanpa syarat serta menyambut setiap langkah yang saling mendekatkan negara-negara Islam.
"Kepentingan negara-negara Islam mengharuskan mereka mengesampingkan friksi, karena langkah ini akan mencegah rezim-rezim ilegal menyalahgunakan kondisi tersebut," tegas Mousavi.
Terkait kondisi Sheikh Ibrahim Zakzaky, pemimpin Gerakan Islam Nigeria (IMN), Mousavi mengatakan, Sheikh Zakzaky tokoh penting agama dan memiliki posisi khusus di antara umat Muslim serta Iran mengerahkan segenap upayanya untuk membebaskan ulama ini.
Di kesempatan tersebut, Mousavi juga menyinggung permintaan Menlu AS Mike Pompeo untuk berkunjung ke Iran dan berbicara dengan media-media Iran. "Permintaan ini sebuah langkah ofensif atas wawancara menlu Iran dengan media Amerika serta ditujukan untuk melancarkan perang syaraf," papar Mousavi.
Jubir kemenlu Iran juga mengkonfirmasi kunjungan petinggi Cina dan India ke Tehran dalam beberapa pekan mendatang. (MF)