Rouhani pada Macron; Eropa Kehilangan Banyak Kesempatan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72405-rouhani_pada_macron_eropa_kehilangan_banyak_kesempatan
Presiden Iran, Selasa (30/7/2019) malam dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, mengatakan bahwa Eropa sudah kehilangan banyak kesempatan untuk menjalankan komitmen dan kerja samanya dengan Iran. Menurutnya, normalisasi hubungan di sektor perminyakan dan perbankan adalah langkah awal komitmen yang diharapkan Iran dari Eropa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 31, 2019 06:21 Asia/Jakarta
  • pembicaraan telepon Rouhani-Macron
    pembicaraan telepon Rouhani-Macron

Presiden Iran, Selasa (30/7/2019) malam dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, mengatakan bahwa Eropa sudah kehilangan banyak kesempatan untuk menjalankan komitmen dan kerja samanya dengan Iran. Menurutnya, normalisasi hubungan di sektor perminyakan dan perbankan adalah langkah awal komitmen yang diharapkan Iran dari Eropa.

Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam kontak telepon itu menjelaskan, terorisme ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran adalah langkah anti-kemanusiaan termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan dan barang pokok masyarakat.

Ia menambahkan, menjaga penuh komitmen kesepakatan nuklir JCPOA, dilakukan Iran pada kondisi ketika pihak lawan tidak melaksanakan komitmennya sedikitpun, dan hal ini tidak bisa diterima rakyat Iran.

Rouhani menerangkan, Iran pasca keluarnya Amerika dari JCPOA bukan saja tidak menyaksikan langkah serius dari Eropa di bidang ini, bahkan beberapa perusahaan Eropa atas dasar kepatuhan pada sanksi Amerika, keluar dari Iran.

Ia juga menyinggung soal langkah JCPOA terbaru Iran dan menuturkan, sebagaimana yang ditekankan Iran berulang kali, langkah Iran menurunkan tingkat komitmen nuklirnya sampai ke level sekarang ini, bahkan akan kembali ke titik awal jika kepentingan ekonomi Iran tidak segera dipenuhi Eropa.

Presiden Iran menekankan bahwa Amerika tidak akan mendapat keuntungan apapun dari sikap permusuhannya terhadap Tehran, dan berlanjutnya kebijakan ini akan menciptakan kondisi "kalah-kalah" bagi semua pihak.

"Iran bukanlah pihak yang memulai ketegangan apapun di kawasan, dan tidak akan pernah melakukannya, akan tetapi ia akan membela kepentingannya sekuat tenaga dari setiap provokasi," ujar Rouhani.

Rouhani menganggap berlanjutnya kebijakan provokatif Amerika di kawasan akan membawa dampak negatif pada keamanan dan stabilitas hubungan transregional dan internasional.

Ia menegaskan, Republik Islam Iran selalu menjadi penjaga keamanan dan kebebasan pelayaran paling utama di kawasan Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman.

Sementara itu, Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan, Perancis akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk menjaga kepentingan Iran dalam JCPOA, dan normalisasi hubungan dengan Tehran dengan negara lain.

Presiden Perancis menilai sanksi Amerika terhadap Iran adalah langkah sepihak dan tidak bisa diterima. Menurutnya, Eropa selain sanksi Amerika, juga berusaha menemukan mekanisme untuk memulihkan kerja sama ekonomi dengan Iran, termasuk menciptakan jalur kredit. (HS)