Hadiri Sidang PBB, Presiden Iran Terbang ke New York
Presiden Iran Hassan Rouhani, meninggalkan Tehran menuju New York pada Senin (23/9/2019) pagi untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB.
Sejumlah pejabat negara termasuk penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam, melepas rombongan Rouhani di Bandara Internasional Mehrabad Tehran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Rouhani mengatakan keterkucilan AS saat ini dalam sejarah permusuhannya dengan Iran, belum pernah terjadi sebelumnya.
"Dalam kasus pengurangan komitmen nuklir Iran, mayoritas negara dunia menyalahkan AS dan mereka bahkan mengabaikan permintaan Washington di Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," tambahnya.

Rouhani menilai sanksi kejam terhadap rakyat Iran sebagai bentuk keputusasaan AS. "Bangsa kami melawan sanksi tersebut dengan kekuatan," pungkasnya.
Mengacu pada klaim AS tentang keterlibatan Iran dalam serangan ke instalasi minyak Arab Saudi, Rouhani menuturkan AS ingin mencengkram seluruh wilayah Asia Barat dan menguasai seluruh cadangan minyak di timur Saudi.
Mengenai proposal perdamaian Selat Hormuz yang akan ditawarkan di PBB, Presiden Iran mengatakan, "Kami akan mengumumkan kepada dunia bahwa Iran mencari sebuah perdamaian jangka panjang di kawasan."
"Lewat proposal ini, Iran ingin membangun kerja sama kolektif dengan negara-negara di Teluk Persia. AS tidak pernah mampu menciptakan keamanan di kawasan, jadi masalah regional harus diselesaikan oleh negara-negara setempat," tegasnya. (RM)