Pertemuan Bilateral Presiden Iran di New York
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74102-pertemuan_bilateral_presiden_iran_di_new_york
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di New York, Amerika Serikat, pada Senin malam, 23 September 2019 untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-74.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 25, 2019 17:45 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di New York, Amerika Serikat, pada Senin malam, 23 September 2019 untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-74.

Di sela-sela sidang tersebut, presiden Iran bertemu dengan para pemimpin negara-negara dunia. Dia mengkritik keras pernyataan Troika Eropa (Inggris, Prancis dan Jerman) yang tanpa dasar menuding Iran terlibat dalam serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di New York, Selasa (24/9/2019), Rouhani mengatakan pernyataan Troika Eropa terhadap Iran dalam situasi genting saat ini benar-benar tidak konstruktif.

Dia menegaskan bahwa kerja sama negara-negara regional merupakan satu-satunya cara untuk menciptakan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan.

Menurutnya, dukungan semua negara termasuk Inggris adalah penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Rouhani juga mengkritik Inggris yang tidak memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan nuklir JCPOA dan mengingatkan Boris Johnson bahwa salah satu komitmen negara-negara anggota JCPOA adalah menciptakan iklim ekonomi yang positif.

Dia meminta Troika Eropa untuk segera memenuhi komitmen JCPOA termasuk melaksanakan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX).

Sementara itu, PM Inggris mengatakan London ingin memperbaiki hubungannya dengan Tehran dan Inggris selalu mendukung kelanjutan JCPOA.

Mengacu pada peran efektif Iran di kawasan, Johnson berharap kesepakatan nuklir akan bertahan dan ketegangan di kawasan dapat mereda.

Presiden Iran juga bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk pertama kalinya pada hari Selasa dan membahas kerja sama lebih lanjut, cara-cara untuk melanjutkan perjanjian nuklir JCPOA dan mengurangi ketegangan di kawasan.

Rouhani juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Salah satu topik penting yang dibahas dengan para pemimpin dunia adalah gagasan menciptakan koalisi untuk perdamaian yang disebut "Harapan" dan "Inisiatif Perdamaian Hormuz".

Ketika tiba di Bandara John F. Kennedy, New York, Rouhani mengatakan, kami berharap bahwa kami akan bisa menyampaikan pesan negara-negara kawasan yang damai dan mengakhiri setiap intervensi di Teluk Persia dan Timur Tengah. (RA)