Zarif Protes Penipuan terbaru AS terkait terorisme Ekonomi anti Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75087-zarif_protes_penipuan_terbaru_as_terkait_terorisme_ekonomi_anti_iran
Menteri luar negeri Republik Islam Iran mengkritik penipuan terbaru Amerika Serikat dalam meningkatkan terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 28, 2019 07:45 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menteri luar negeri Republik Islam Iran mengkritik penipuan terbaru Amerika Serikat dalam meningkatkan terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran.

Mohammad Javad Zarfi Ahad (27/10) di akun twitternya menulis, berbeda dengan klaim menipu, ketentuan terbaru Amerika memperparah terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran.

"Menlu AS Mike Pompeo sebelumnya mengumbar halusinasinya bahwa rakyat Iran jika ingin memiliki sesuatu untuk dimakan, maka mereka harus tunduk kepada Amerika. Kini Departemen Keuangan AS bukan saja makanan,tapi juga menarget impor obat-obatan oleh Iran," kata Zarif.

Departemen Keuangan AS seraya merilis statemen menyatakan bahwa mereka telah menyusun mekanisme baru untuk mempermudah ekspor makanan dan obat-obatan ke Iran.

Departemen ini seraya mengulang klaim upaya Washington untuk mengucilkan Iran menyatakan bahwa melalui metode ini, telah diambil langkah guna menjamin berlanjutnya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Iran.

Menurut Departemen Keuangan AS, mekanisme ini akan membantu masyarakat internasional melanjutkan transaksinya untuk mendukung rakyat Iran tanpa kemungkinan investasinya jatuh ke tangan pemerintah Tehran.

Sementara itu, banyak pengamat yang memiliki catatan kerja sama dengan berbagai pemerintah AS di bidang sanksi Iran mengatakanbahwa mekanisme baru yang disebut "transparansi" yang diumumkan Departemen Keuangan AS untuk Iran cenderung sebuah mekanisme untuk mengumpulkan informasi dan data bagi pemerintah AS ketimbang mempermudah transaksi kemanusiaan ekspor obat-obatan dan makanan ke Iran.

Melalui mekanisme ini, pemerintah AS diyakini berusaha membuka peluang untuk menerapkan sanksi baru kepada Iran. (MF)