Fitnah Baru AS di Timur Tengah
-
Demonstran Lebanon membakar bendera Amerika.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menilai menjaga keamanan sebagai tanggung jawab suci Angkatan Bersenjata Republik Islam dan menekankan pentingnya kesiapan pertahanan yang lebih besar dalam menghadapi musuh.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada acara wisuda para taruna Akademi Angkatan Darat Republik Islam Iran, yang diadakan di Universitas Pertahanan Udara Khatam Al Anbiya, Rabu (30/10/2019) pagi.
Menurutnya, kerusakan terbesar yang dapat ditimbulkan musuh terhadap sebuah negara adalah merampas keamanannya, dan musuh sudah mulai melakukan ini sekarang di beberapa negara kawasan.
“Saya menyarankan kepada orang-orang yang peduli dengan Irak dan Lebanon untuk memperbaiki ketidakamanan dan kekacauan yang diciptakan di negara mereka oleh Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan beberapa negara Barat dengan dukungan dana dari beberapa negara reaksioner di kawasan,” ujarnya.
Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa rakyat memiliki tuntutan yang dapat dibenarkan, tetapi mereka harus tahu tuntutan mereka hanya dapat dipenuhi dalam kerangka hukum.
AS melakukan intervensi militer di kawasan selama beberapa tahun terakhir. Dengan menciptakan Al Qaeda dan Daesh, AS menyebarkan kekacauan dan menghancurkan Afghanistan, Irak, dan Suriah. Washington kemudian menjarah minyak dan kekayaan bangsa-bangsa regional.
Ayatullah Khamenei dalam sebuah pertemuan dengan para komandan Pasdaran beberapa waktu lalu di Tehran, mengatakan AS dengan biaya besar membentuk Daesh dan menyediakan dukungan senjata, finansial, dan sarana propaganda untuk mereka.
“Sekarang berkat jerih payah para pemuda Suriah, Irak, dan Iran, Daesh telah musnah dan AS berkata dengan bohong bahwa kami telah menghancurkan Daesh,” jelasnya.
AS juga mendukung kejahatan Arab Saudi di Yaman dan memveto sejumlah resolusi PBB yang mengutuk rezim Zionis. Tindakan ini menyebabkan berlanjutnya perang, kekacauan, dan pembunuhan ribuan orang tak bersalah.
Fakta ini menunjukkan bahwa keamanan adalah prioritas utama bagi setiap negara dan semua pihak dituntut untuk benar-benar siap dan waspada.
Republik Islam memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjaga stabilitas dan keamanan. Iran tidak akan membiarkan kekuatan asing untuk menciptakan krisis dan perang proksi yang mengancam keamanan negara. Kekuatan hakiki Angkatan Bersenjata Iran bersandar pada kemampuan internal dan tidak gentar terhadap musuh.
Namun, ada perbedaan alamiah antara Angkatan Bersenjata Iran dan militer kekuatan-kekuatan arogan. Menurut Ayatullah Khamenei, misi utama militer kekuatan arogan adalah agresi, penjarahan, dan penghancuran negara-negara lain, tetapi dalam logika Angkatan Bersenjata Republik Islam, misi mereka adalah melakukan pertahanan yang kuat dan tidak pernah berpikir untuk memulai perang.
Pada dasarnya, kekuatan-kekuatan arogan tidak pernah berniat untuk menciptakan keamanan, di mana saja mereka hadir, dunia menyaksikan kekacauan, perang, dan terorisme.
Analis terkenal Amerika, Noam Chomsky menuturkan, “… mendukung organisasi-organisasi teroris dan Daesh adalah bagian dari pelanggaran norma oleh AS, tetapi Washington menuding Tehran mendestabilisasi kawasan.”
Atas alasan keamanan, AS memeras negara-negara regional dengan cara menjual senjatanya. Padahal, mereka sendiri adalah sumber utama kekacauan di Timur Tengah. Sekarang kita juga menyaksikan fitnah lain yang dikobarkan musuh dengan tujuan merampas keamanan dari negara-negara regional. (RM)