Visi Perdamaian Iran di Kawasan
Republik Islam Iran menyatakan bahwa kehadiran pasukan asing tidak pernah bisa mewujudkan stabilitas di Asia, terutama kawasan barat.
Isu ini kembali disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif hari Senin (9/12) dalam konferensi tingkat menteri ke-8 "Jantung Asia" di Istanbul, yang menegaskan visi perdamaian dan keamanan Iran di kawasan.
Pengalaman menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak pernah serius mewujudkan keamanan maupun menumpas terorisme di Asia Barat, dan kawasan asia lainnya. Sebaliknya, Washington justru menjadi pemicu konflik dan pengobar perang yang telah dipaksakan di Asia selama beberapa dekade, termasuk di Afghanistan.
Mengenai isu Afghanistan, Zarif dalam konferensi Istanbul juga mengungkapkan sikap Iran yang mendukung proses perdamaian Afghanistan-Afghanistan dengan melibatkan partisipasi seluruh faksi di negara ini, termasuk Taliban, dan pemerintah pusat Afghanistan. Zarif menegaskan bahwa segenap upaya harus dikerahkan untuk mendorong proses perdamaian, sekaligus menjaga capaian Konferensi Bonn di tahun 2001, khususnya dalam kerangka Konstitusi Republik Islam Afghanistan sebagai dasar yang kuat untuk meraih solusi politik.
Menlu Iran dalam konferensi Istanbul menyinggung masalah ancaman yang ditimbulkan oleh kebijakan intervensi asing di kawasan. Menurut Zarif, ancaman kelompok teroris Daesh yang semakin meningkat di Afghanistan tidak boleh menyulut lebih banyak pertumpahan darah, maupun mengesampingkan masalah penyebaran konflik sektarian yang juga berbahaya. Sebab tidak ada yang diuntungkan sama sekali dari penciptaan dan dukungan terhadap Daesh dan kelompok-kelompok teroris lainnya di Suriah dan Irak maupun di Afghanistan dan Asia Tengah. Oleh karena itu, semua pihak harus menghentikannya sebelum menjadi malapetaka besar.
Sebelumnya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei telah berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa memberikan keamanan di kawasan. Contoh jelasnya adalah realitas kehadiran AS di Afghanistan selama lima tahun yang tidak membawa keamanan bagi rakyatnya, malah semakin memperburuk situasi keamanan di negara Asia Selatan ini.
Sekitar 16 tahun lalu, analis politik terkemuka AS, Samuel Huntington, menulis," Bagi kebanyakan orang di seluruh dunia, Amerika Serikat sedang menjadi negara adikuasa yang sewenang-wenang dan satu-satunya ancaman eksternal utama masyarakatnya,".
Dalam keadaan seperti itu, upaya kolektif di tingkat regional dan internasional untuk mendorong terwujudnya perdamaian di Afghanistan menjadi satu-satunya cara mengatasi tantangan instabilitas di kawasan. Republik Islam Iran senantiasa siap memberikan kontribusinya untuk membantu rakyat Afghanistan.
Iran selama ini telah memainkan peran signifikan dalam mendukung pembangunan dan ekonomi Afghanistan. Selaian itu, selama beberapa dekade menjadi tuan rumah bagi bagi pengungsi Afghanistan dan memberikan layanan pendidikan dan kesehatan kepada mereka. PBB telah berulang kali mengakui kontribusi penting Iran untuk membantu Afghanistan.
Iran juga telah menyediakan fasilitas seperti akses mudah ke perairan internasional melalui pelabuhan strategis Chabahar guna membantu perekonomian dan mata pencaharian Afghanistan. Iran saat ini sedang menyelesaikan jalur kereta api Chabahar-Zahedan sebagai koridor utama utara-selatan.
Jalur kereta api ini akan menghubungkan Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah melalui perairan bebas Chabahar. Iran juga siap bekerja sama dengan semua pihak yang berupaya mewujudkan tujuan perdamaian ini. Dengan pertimbangan tersebut, statemen Zarif dalam konferensi Jantung Asia di Istanbul mewakili penegasan kembali visi Iran yang mendukung penuh upaya mewujudkan perdamaian dan keamanan di kawasan.(PH)