Iran Aktualita 28 Desember 2019
-
Ayatullah Khamenei
Perkembangan Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting, di antaranya: Ucapan selamat Rahbar dan petinggi Iran bertepatan dengan kelahiran Nabi Isa as.
Isu berikutnya terkait kunjungan menlu India ke Iran dan kunjungan Mohammad Javad Zarif ke Oman. Jubir Ansarullah Yaman Bertemu Menlu Iran di Muscat dan Kecerdasan Buatan; Babak Baru Kerja Sama Iran-Turki.
Kantor Rahbar Sampaikan Selamat Natal
Kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei di laman Twitternya menyampaikan selamat kelahiran Nabi Isa Al-Masih, dan menulis, "Mengikuti Nabi Isa harus menegakkan keadilan dan menentang kelaliman,".
Laman media sosial kantor Rahbar Selasa malam memposting pesan Natal yang berbunyi, "Semoga umat Kristiani dan Muslim di seluruh penjuru dunia mengambil pelajaran besar dari kehidupan Nabi Isa dengan menegakkan keadilan dan menentang kelaliman,".
"Hari ini banyak orang yang mengaku mengikuti Nabi Isa, tapi mengambil jalan yang berbeda darinya," tegasnya.
Pedoman Isa Putra Maryam adalah menyembah Tuhan dan melawan para penindas dan zalim.
Hari ini, Rabu, 25 Desember 2019 diperingati sebagai hari Natal atau hari kelahiran Nabi Isa Al Masih.
Panglima Iran Ucapkan Selamat Natal pada Militer Dunia
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran mengucapkan selamat atas hari kelahiran Nabi Isa as kepada seluruh komandan militer negara-negara berpenduduk Kristen dunia.
Fars News (24/12/2019) melaporkan, Mayjen Mohammad Bagheri menyampaikan ucapan selamat kepada komandan tinggi militer negara-negara berpenduduk Kristen dunia atas hari kelahiran Nabi Isa as.
Dalam pesannya, Mayjen Bagheri menuturkan, saya mengucapkan selamat kepada para komandan tinggi militer, personel angkatan bersenjata dan seluruh umat Kristen dunia atas tibanya hari berbahagia kelahiran Nabi Isa as, Nabi kedamaian dan persahabatan, serta tahun baru 2020.
Mayjen Bagheri menambahkan, tidak diragukan umat manusia akan kembali kepada ajaran-ajaran luhur kebahagiaan yang diajarkan para nabi, ajaran yang memperkuat semangat persahabatan, solidaritas, interaksi antarbangsa, perwujudan perdamaian dan stabilitas dunia, serta kecenderungan terhadap hakikat dan keadilan.
"Saya sekali lagi mengucapkan selamat dan memohon kepada Tuhan yang maha kasih, keselataman dan kebaikan untuk Anda semua, juga seluruh personel angkatan bersenjata dan setiap warga negara," pungkasnya. (HS)
Mencermati Tujuan Kunjungan Menlu India ke Iran
Tehran selama beberapa hari lalu menjadi tuan rumah kunjungan sekretaris keamanan dan petinggi keamanan sejumlah negara tetangga, Afghanistan. Adapun hari ini (Ahad, 22/12) Republik Islam menjadi tuan rumah menlu India.
Selama kunjungan ini akan digelar pertemuan komisi bersama Iran dan India yang dipimpin Menlu, Mohammad Javad Zarif dan sejawatnya dari New Delhi, Subrahmanyam Jaishankar.
Menlu Iran dan India sebelumnya juga menggelar pertemuan bersama membahas isu energi, transformasi Afghanistan dan kerjasama multiregional. Kunjungan ini juga dapat dicermati dalam koridor hubungan bilateral dan interaksi politik, serta ekonomi kedua negara.
India salah satu konsumen minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, setiap sabotase di bidang akses India ke energi dapat menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian negara ini. Oleh karena itu, India sangat mementingkan upaya untuk menjaga dan mengembangkan hubungan ekonomi dengan Iran. Di sisi lain, Iran melalui interaksi regional dan multi telah mempermudah akses India ke Afghanistan dan Asia Tengah. Hal ini juga sangat penting untuk menjamin kepentingan strategis berasma regional.
Oleh karena itu, di butir ketiga statemen akhir sidang kedua sekretaris dan penasihat keamanan nasional serta petinggi keamanan negara-negara kawasan termasuk India, seraya mengisyaratkan pentingnya enegri bagi perkembangan dan peningkatan ekonomi negara kawasan dan dunia, juga ditekankan hak seluruh negara produsen minyak dan gas untuk menjamin kebutuhan pasar energi serta hak negara importir untuk secara bebas mengakses pasar energi di kawasan.
Penekanan ini menunjukkan bahwa jaminan energi dan akses ke jalur transit Iran melalui pelabuhan Chabahar dan koridor utara-selatan sangat strategis bagi negara-negara di sekitar Iran.
Dengan mencermati hal-hal ini, kunjungan menlu India ke Tehran dari satu sisi harus dinilai dalam koridor hubungan yang semakin meningkat Tehran dan New Delhi dan dari sisi lain, dalam koridor diplomasi regional Iran dan India mengingat transformasi kawasan.
Vahide Dindari, pengamat politik di bidang ini mengatakan, "Petinggi India menyadari bahwa kepentingan negaranya tergantung pada hubungan dengan Iran termasuk di sektor energi dan transit barang. Ketergantungan ini dilevel yang tidak dapat diabaikan."
Kunjungan menlu India ke Tehran sejatinya digelar di saat kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan level perdagangan di antara mereka serta berniat untuk kian meningkatkan mekanisme kerjasama.
Surajit pengamat ekonomi seraya mengisyaratkan pentingnya Iran bagi India di transaksi ekonomi atau impor energi menjelaskan, "Jika sekutu India seperti Amerika memprotes hubungan baik New Delhi dengan Tehran, maka India harus mengambil sikap tegas dan keras serta tidak tunduk pada tuntutan mereka. Tak diragukan lagi bahwa India akan mendapat untung dari sikap seperti ini. Jika tidak maka India akan menjadi korban kebijakan variabel sekutunya dan kekuatan global, khususnya Amerika. Jika India tidak mampu melakukan hal ini, maka saat itu ia akan kehilangan peluang emas."
Dialog dan saling kunjung ini terjadi ketika Amerika memberi tekanan keras kepada sekutu Eropa dan Asianya sehingga menurut anggapannya, Iran akan terkucil. Republik Islam Iran bagaimanapun masih tetap menjadi pemain penting dan berpengaruh di transformasi regional.
Sekaitan dengan ini pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani usai menghadiri sidang Kuala Lumpur Summit 2019 bertolak ke Jepang. Hal ini karena pandangan ke Timur merupakan agenda utama perundingan selama lawatan ini. Di proses ini, pastinya India memiliki saham besar.
Menurut pandangan ini, perundingan menlu Iran dan India di Tehran serta pertemuan komisi bersama kedua negara harus dicermati sebagai tekad kuat Tehran dan New Delhi untuk semakin memperluas hubungan ekonomi di antara mereka.
Diplomasi Regional; Misi Zarif di Muscat
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dalam koridor lobi berkesinambungan di hubungan Iran dan Oman, Senin (23/12) bertemu dengan Yusuf bin Alawi di Muscat membahas isu-isu bilateral dan regional.
Selama beberapa bulan lalu, petinggi Tehran dan Muscat saling kunjung. Di lawatan ini dibahas sejumlah isu di sektor ekonomi, politik dan isu regional serta dihasilkan sejumlah prestasi di berbagai sektor.
Sekaitan dengan ini, pertemuan kali ini yang digelar kurang dari satu bulan sejak kunjungan Menlu Oman Yusuf bin Alawi ke Tehran dinilai sangat penting. Iran dan Oman, dua negara yang terletak di Selat Hormuz. Dengan demikian Tehran dan Muscat menghendaki untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan ini. Dan sensitifitas ini harus dijadikan poin utama di hubungan regional.
Mengingat letak geografi dan sejarah, Oman memiliki hubungan istimewa dengan Iran. Di kondisi khusus, level hubungan ini dapat bermanfaat bagi lobi regional. Petinggi Oman memainkan peran di proses dialog nuklir dan terbentuknya kesepakatan JCPOA. Dan sesudahnya, Oman pun termasuk salah satu pihak lobi dan konsultasi Iran di isu-isu regional. Dengan demikian kedua petinggi kedua negara banyak melakukan kunjungan timbal balik.
Dialog ini penting dari dua sisi:
Dari sisi ekonomi, kapasitas ekonomi dan posisi strategis Iran sebagai mata rantai geografi selatan ke utara merupakan peluang besar bagi kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral.
Menteri Perdagangan dan Industri Oman, Ali bin Masoud al Sunaidy saat membenarkan pandangan ini mengatakan, Oman melalui koridor utara-selatan dapat menjamin kebutuhan pangannya dan mengurangi ketergantungannya kepada sumber lain.
Mehdi Borhani, pengamat ekonomi seraya mengisyaratkan isu energi dan ekspor gas Iran ke Oman meyakini bahwa melalui produk olahan, nilai tambah dan ekspor kembali gas dari pelabuhan Salalah dan Sohar yang termasuk pelabuhan terpenting Oman, hubungan ekonomi Tehran-Muscat dapat ditingkatkan.
Sejatinya kesinambungan geografis Iran dan Oman di Selat Hormuz serta urgensitas geopolitik dan geostrategis kawasan telah membuka ufuk baru bagi kerja sama ekonomi antara Oman dan Asia Tengah melalui Iran.
Dari sisi keamanan di kawasan juga harus dinyatakan bahwa kunjungan timbal balik dan berbagai sidang bersama keamanan termasuk isu prioritas di kebijakan luar negeri Tehran dan Muscat. Menurut perspektif Iran, negara-negara kawasan harus memainkan peran dalam menjaga keamanan regional. Sekaitan dengan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani menggulirkan inisiatif perdamaian Hormuz di sidang Majelis Umum PBB baru-baru ini.
Yusuf bin Alawi di kunjungannya ke Tehran pada 2 Desember lalu seraya menjelaskan bahwa Iran dan Oman memiliki pandangan kolektif di banyak isu regional dan internasional mengingatkan, inisiatif Iran terkait perdamaian di Selat Hormuz pastinya akan menguntungkan kerja sama semua pihak dan perluasan stabilitas dan keamanan negara-negara kawasan.
Kendala utama keamanan di kawasan adalah intervensi Ameirka yang terus meningkat dan langkah pengobaran tensi oleh negara-negara yang ingin meningkatkan tensi dan krisis di kawasan melalui pengobaran perang di Irak, Suriah, dan Yaman serta menebar kebijakan Iranophobia. Langkah seperti ini mempersulit pembentukan persatuan di tingkat internal regional.
Oleh karena itu, mengingat isu ini, kunjungan Zarif ke Oman dan lobi berkesinambungan diplomatik antara Tehran dan Muscat harus dinilai sebagai upaya strategis untuk mereduksi friksi politik di hubungan antara negara-negara kawasan di mana hal ini akan membantu untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas seluruh negara regional.
Jubir Ansarullah Yaman Bertemu Menlu Iran di Muscat
Juru bicara Ansarullah Yaman, Mohammad Abdul Salam bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Muscat, Ibukota Oman.
Menurut keterangan situs Kemenlu Iran, Zarif dan Abdul Salam dalam pertemuan hari Selasa (24/12/2019) di Muscat, berdiskusi tentang perkembangan politik dan konflik di Yaman.
Zarif tiba di Muscat pada Senin kemarin untuk menghadiri pertemuan konsultatif reguler antara Iran dan Oman. Ia telah bertemu dengan mitranya dari Oman, Yousif bin Alawi.
Iran dan Oman memiliki hubungan diplomatik, ekonomi, dan perdagangan yang sudah berlangsung sejak dulu. Kedua negara juga mengadakan beberapa latihan maritim di Teluk Persia dan Laut Oman dalam beberapa tahun terakhir.
Kecerdasan Buatan; Babak Baru Kerja Sama Iran-Turki
Menteri Komunikasi, Informasi dan Teknologi Iran, Mohammad-Javad Azari Jahromi dalam pertemuannya dengan Deputi menteri transportasi dan infrastruktur Turki, Ömer Fatih Sayan seraya mengisyaratkan tekad Tehran dan Ankara untuk memperluas kerja sama teknis di bidang teknologi informasi, menuntut kerjasama kolektif di bidang pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di abad 21 berubah menjadi kebutuhan penting bagi kegidupan umat manusia. Sejatinya dapat dikatakan bahwa keceradasan buatan berubah menjadi bagian penting industri teknologi dan menempati posisi pertama di berbagai bidang penelitian dan industri. Sejatinya perkembangan ekonomi di dunia banyak bergantung pada teknologi ini. Oleh karena itu, harus diupayakan untuk meraih kemajukan di dua bidang pengetahuan, kecerdasan buatan dan data.
Dalam koridor ini, di bulan Juli lalu digelar pertemuan kwartet menteri telekomunikasi dan teknologi empat negara Iran, Rusia, Turki dan Republik Azerbaijan di Tehran.
Pesan penting sidang ini adalah upaya serius untuk melawan unilateralisme Amerika di bidang teknologi khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi. Penyelenggaraan sidang kwartet menteri telekomunikasi dan dan teknologi empat negara penting kawasan di Tehran dimaksudkan untuk menciptakan sebuah pasar besar regional di sektor kecerdasan buatan dan meraih saham regional yang tepat di masa depan ekonomi digital sebuah langkah besar Iran untuk melawan unilateralisme Amerika.
Empat negara sepakat melalui penyelenggaraan 8 event teknis dan pulbik dalam dalambentuk pameran dalam satu tahun dengan diikuti seluruh pemain ekonomi digital di kawasan, mampu membentuk sebuah pasar regional yang lebih kuat sehingga peluang perkembangan ekonomi negara-negara kawasan terbuka lebar.
Kesepakatan ini merupakan ufuk jelas bagi kerjasama kolektif regional di sektor teknologi baru. Kini harus diambul langkah bersama untuk tujuan yang telah dicanangkan tersebut.
Republik Islam Iran dibidang teknologi dan sains memiliki kemajuan signifikan dan di sektor kecerdasan buatan juga bertekad melakukan dan mengembangkan kerja sama dengan berbagai negara. Sekaitan dengan ini, menteri telekomunikasi Iran di kunjungan terbarunya ke Malaysia juga mengusulkan kerja sama teknologi dan sains antar universitas kedua negara kepada menteri industri Malaysia. Usulan ini direspon positif oleh Malaysia dan dijadwalkan masalah ini akan dicantumkan dalam agenda kerjasama kedua negara.
Dr. Sorena Sattari, wakil presiden Iran bidang sains dan teknologi seraya mengisyaratkan kondisi startup kecerdasan buatan mengatakan,"Saat ini kecerdasan buatan sangat disambut di ekonomi berbasis pengetahuan dan startupnya memberi pelayanan besar di sektor ini. Misalnya di sektor transportasi cerdas atau di sektor digital juga memanfaatkan kecerdasan buatan."
Investasi untuk teknologi ini menjadi kebutuhan zaman dan kekuatan besar, khususnya Amerika Serikat mengambil pendekatan ofensif di bidang ini dengan impian dapat memberi pengaruh lebih besar di masa depan dari sisi strategis, dan dari sisi geoekonomi dapat meraih keuntungan lebih besar.
Saat ini, mayoritas ekonomi digital fokus pada kecerdasan buatan dan perusahaan Iran yang berbasis pengetahuan di tengah-tengah sanksi Amerika memulai pengembangan riset mereka di bidang ini.
Kini peluang kerjasama Iran di sektor teknologi dan kecerdasan buatan dengan negara lain telah terbuka.
Statemen Mohammad-Javad Azari Jahromi saat bertemu dengan Omer Fatih Sayan di sektor ini dapat dinilai sebagai awal babak baru kerja sama di bidang teknologi. Azari Jahromi berharap bahwa bersamaan dengan pertemuan para menteri teknologi, telekomunikasi dan informasi anggota D-8 di Turki, juga akan digelar pertemuan komisi bersama di bidang ini.