Respon Rahbar terhadap Tuduhan dan Ancaman Trump
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengutuk serangan udara Amerika Serikat terhadap pasukan relawan Irak.
Rahbar mengatakan, AS membalaskan dendam kelompok teroris takfiri Daesh dengan menyerang pasukan relawan rakyat Irak, Hashd Al Shaabi.
"Saya, pemerintah dan rakyat Iran mengutuk keras kejahatan yang dilakukan Amerika ini," tegas Ayatullah Khamenei dalam pidatonya di hadapan ribuan perawat dari seluruh penjuru Iran di hari peringatan kelahiran Sayidah Zainab al-Kubra, Rabu (1/1/2020) pagi.
Pekan lalu, AS melancarkan serangan udara ke markas brigade 45 dan 46 Hashd al-Shaabi di kota al-Qaim di Provinsi al-Anbar, perbatasan Irak dan Suriah. Serangan ini merenggut nyawa 25 pasukan Hashd al-Shaabi dan melukai 51 lainnya. Ribuan rakyat Irak kemudian berdemo dan mengepung Kedutaan Besar AS di Baghdad dan menyerukan penarikan pasukan AS dari negara mereka.
Rahbar menambahkan, kalian perhatikan, apa yang dilakukan orang-orang Amerika di Irak, mereka sedang membalaskan kekalahan Daesh dari Hashd Al Shaabi.
"Lihat apa yang dilakukan AS di Irak dan Suriah. Mereka membalas dendam kepada Hashd al-Shaabi karena telah mengalahkan Daesh yang telah dibuat oleh AS, dan mereka sedang membalas dendam," ujarnya.
Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung tuduhan dan ancaman Presiden AS Donald Trump terkait dengan unjuk rasa di Kedubes negara ini di Baghdad.
Menurut Rahbar, rakyat di kawasan benar-benar membenci Amerika. Gelombang kebencian ini khususnya di Irak telah memicu reaksi alamiah rakyat terhadap kejahatan AS.
"Pertama, AS benar-benar keliru, karena masalah ini tidak ada hubungannya dengan Iran," tegasnya mengacu pada tudingan Trump yang menyalahkan Tehran atas serangan terhadap Kedubes AS di Baghdad.
Kedua, lanjut Ayatullah Khamenei, Anda harus logis dan paham, dan ternyata Anda juga tidak logis dan tidak paham. Mereka harus paham bahwa rakyat di kawasan benar-benar membenci AS, dan mengapa mereka tidak paham? Mereka telah melakukan kejahatan di Irak dan Afghanistan.
"Jika Republik Islam memutuskan untuk berperang dengan sebuah negara, maka itu akan dilakukan dengan tegas. Kami tidak mengejar perang, tetapi kami sangat membela kepentingan, martabat, dan kemuliaan bangsa Iran. Jika ada yang mengancam, kami tanpa ragu akan menghadapinya dan akan menyerang mereka," tegasnya.
Rahbar menegaskan, kami tidak akan menyeret negara ke dalam perang, namun jika ada pihak yang ingin memaksakan kehendaknya terhadap Iran, maka kami akan melawannya dengan tegas. (RA)