Unjuk Rasa di Depan Kedubes Inggris di Tehran
Mahasiswa dari universitas-universitas Tehran dan masyarakat di kota ini mengecam partisipasi Duta Besar Inggris untuk Iran Rob Macaire dalam unjuk rasa di depan Universitas Amir Kabir Tehran.
Mereka berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Inggris di Tehran pada Minggu (12/1/2020) sore untuk mengecam tindakan Macaire.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-Inggris seperti "Mampus Inggris" dan menuntut penarikan Dubes negara ini dari Iran dan penutupan Kedubes Inggris di Tehran.
Para demonstran juga mengecam segala bentuk penghinaan terhadap Syahid Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Selain itu, para pengunjuk rasa juga mengenang para korban pesawat sipil Ukraina yang jatuh di Tehran dan kesyahidan Letjen Soleimani yang diteror oleh pasukan teroris AS di Baghdad, ibu kota Irak.
Boeing 737 milik maskapai Ukraina jatuh di Tehran tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini ra menuju Kiev akibat tertembak unit pertahanan udara Iran disebabkan human error pada Rabu pagi, 8 Januari 2020.
Semua penumpang mayoritasnya adalah warga Iran meninggal dunia. 147 warga Iran dan 32 WNA meninggal dunia.
Pada Sabtu sore, puluhan orang mengenang para korban dengan mengadakan acara di depan Universitas Amir Kabir Tehran, namun acara tersebut berubah menjadi aksi protes anti-pemerintah dan sistem pemerintahan Iran setelah adanya para penyusup yang memprovokasi warga.
Dubes Inggris untuk Iran juga hadir dalam aksi protes itu dan diduga melakukan langkah-langkah mencurigakan seperti mengorganisir dan memprovokasi massa.
Rob Macaire kemudian ditangkap aparat keamanan Iran, namun tak lama kemudian dibebaskan. Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Minggu juga telah memanggi Dubes Inggris ini untuk dimintai keterangan. (RA)