Zarif: Eropa Melakukan Kesalahan Strategis
-
Zarif dan Niels Annen
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif saat bertemu dengan Menteri Penasihat urusan luar negeri pemerintah Federal Jerman, Niels Annen di New Delhi, India mengkritik keras sikap Eropa yang tidak melaksanakan komitmen JCPOAnya.
Seperti dilaporkan IRNA, Mohammad Javad Zarif di pertemuan ini seraya mengkritik sikap Eropa di JCPOA, juga menyebut langkah Eropa memanfaatkan mekanisme penyelesaian friksi dari segi hukum tidak memiliki dasar dan sebuah kesalahan strategis dari sisi politik.
Sementara itu, Niels Annen di pertemuan tersebut seraya menjelaskan bahwa hubungan dengan Iran penting bagi Iran mengatakan, sikap Eropa adalah membela dan mendukung kesepakatan nuklir dan esensi statemen trioka Eropa tidak merusak JCPOA.
Jerman, Inggris dan Perancis hari Selasa (14/01) merilis statemen mengaktifkan mekanisme solusi friksi di JCPOA.
Berdasarkan mekanisme ini, jika ada negara yang menuduh "ketidakpatuhan substansial" dengan pelanggaran perjanjian satu pihak, klaim akan diselidiki dalam beberapa tahap dan dalam jangka yang relatif panjang.
Eropa mengklaim bahwa langkah Iran menurunkan komitmen JCPOAnya telah membuka peluang bagi pengaktifan mekanisme ini.
Jerman, Inggris dan Perancis pasca keluarnya AS dari kesepakatan nuklir secara sepihak pada 8 Mei 2018 dan berjanji menjamin kepentingan ekonomi Iran, tetap mempertahankan kesepakatan ini, namun sampai saat ini trioka Eropa belum meraih prestasi apapun di langkah praktis dan janjinya untuk mempertahankan perjanjian nuklir dengan Iran.
Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019 di peringatan satu tahun keluarnya AS dari JCPOA, menurunkan komitmen JCPOAnya berdasarkan paal 26 dan 36 kesepakatan ini sehingga ada keseimbangan antara hak dan kewajiban Iran.
Pemerintah Iran Ahad (05/01) di sebuah statemennya mengumumkan pemberlakuan langkah kelima dan terakhir penurunan komitmen negara ini di JCPOA.
Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak komitmen dengan janjinya, maka Iran berhak menghentikan komitmennya secara penuh atau sebagian. (MF)