Rahbar: Iran, Model Demokrasi Religius !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77804-rahbar_iran_model_demokrasi_religius_!
Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan pejabat urusan haji Iran hari Senin (20/1/2020) menyinggung urgensi pemanfaatan kesempatan haji untuk menyampaikan perkataan baru dari Republik Islam ke dunia sebagai sebuah model demokrasi religius.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 20, 2020 17:42 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan pejabat urusan haji Iran hari Senin (20/1/2020) menyinggung urgensi pemanfaatan kesempatan haji untuk menyampaikan perkataan baru dari Republik Islam ke dunia sebagai sebuah model demokrasi religius.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menekankan pentingnya masalah haji dari aspek politik, agama dan sosial. Rahbar mengatakan,"Meskipun banyak negara tidak menyadari pentingnya fungsi-fungsi  haji, tapi haji adalah titik mobilitas serius yang bersifat internasional dan banyak manfaatnya bagi umat Islam,". 

Isu-isu penting yang diangkat dalam pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam tentang haji berhubungan langsung dengan masalah sentral yang berpengaruh terhadap nasib dunia Islam.

Ibadah haji adalah pertemuan tahunan umat Islam terbesar. Di samping sebagai manifestasi dari penghambaan manusia kepada Tuhan, juga menyediakan kesempatan berharga untuk menyelesaikan berbagai masalah umat Islam.

Ayatullah Khamenei dalam statemennya mengungkapkan maksud AS bahwa Iran harus menjadi negara normal, tidak lain dari tuntutan supaya Republik Islam tidak menyampaikan statemen baru untuk dunia mengenai "integrasi pandangan rakyat dengan pemikiran Islam dan fondasi keagamaan dalam pembentukan dan pengelolaan masyarakat." Rahbar menjelaskan, "Fondasi politik pemerintahan Republik Islam dan penjelasannya sebagai perkataan baru bagi dunia yang menjadi salah satu tugas penting dalam haji,"

 

Pertemuan rahbar dengan pejabat urusan haji Iran

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, "Model demokrasi religius tidak dikenal di dunia. Menghadapi jutaan media propaganda yang saat ini beroperasi melawan Republik Islam, peluang haji dapat digunakan untuk menjelaskan model ini dan isu-isu penting lain seperti penyebab permusuhan AS dan logika bangsa Iran yang tidak bersedia menyerah,".

Permusuhan Amerika dan kubu arogan lainnya terhadap hakikat Islam, dengan melancarkan serangan ofensif dari politik, sosial, budaya, ekonomi, hingga keamanan yang brutal untuk mengintimidasi negara-negara Muslim, yang menunjukkan permusuhan mendalam mereka terhadap ajaran Islam. Dalam situasi sensitif tersebut, Muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji memiliki kesempatan sangat berharga untuk menyampaikan kebenaran Islam dan masalah utama dunia Islam, termasuk isu Palestina dan Yaman.

Hassan Hanizadeh, seorang analis dunia Islam, mengatakan, "Dengan mempertimbangkan ibadah haji sebagai pertemuan tahunan umat Islam terbesar, maka masalah dunia Islam termasuk bagian lain dari ibadah haji. Itulah sebabnya kekuatan adidaya dunia berusaha untuk menjadikan masalah haji hanya di ranah keagamaan, dan  dicegah untuk menjadikannya sebagai masalah umat Islam."

Penekanan Rahbar terhadap pentingnya dimensi politik haji sebenarnya merupakan tanda kebangkitan dan ketidaktundukkan menghadapi kubu arogan global. Kini, sikap bermartabat Republik Islam menarik perhatian publik dunia dan menginspirasi banyak negara yang tertindas.

Menurut Ayatullah Khamenei, penyebab kemarahan AS terhadap bangsa Iran menjadi daya tarik dari citra sebuah sistem independen yang berdiri melawan rezim intimidatif. Beliau juga menyinggung berbagai upaya adidaya arogan global untuk mencegah persatuan umat Islam, dengan menambahkan, "Umat Islam dalam arti sebenarnya adalah sebuah entitas yang bersatu dengan tekad dan tujuan yang sama, tapi hal ini belum terbentuk. Amat disayangkan yang muncul bukan seruan orang-orang yang perduli terhadap persatuan Islam, tapi fitnah, konflik dan perang di negara-negara Muslim,".

Dalam keadaan sensitif seperti itu, ibadah haji dengan tujuannya sebagai pemersatu, di samping memiliki dimensi spiritual dan manifestasi dari penghambaan kepada Allah swt, juga bisa membawa pesan penting dengan berfokus pada masalah dunia Islam, khususnya mengenai martabat umat Islam.

Keterlibatan dan kehadiran jahat AS di negara-negara Muslim dan kawasan serta konsekuensinya yang tidak menguntungkan juga merupakan masalah penting yang harus disampaikan dalam ibadah haji.(PH)