Rouhani: Perlawanan Rakyat di Kawasan Gagalkan Konspirasi AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78076-rouhani_perlawanan_rakyat_di_kawasan_gagalkan_konspirasi_as
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat mempraktikkan penindasan terhadap semua bangsa di kawasan dan dunia, tetapi bangsa-bangsa di kawasan akan menentang penindasan Amerika.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 28, 2020 18:28 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat mempraktikkan penindasan terhadap semua bangsa di kawasan dan dunia, tetapi bangsa-bangsa di kawasan akan menentang penindasan Amerika.

Hal itu diungkapkan Rouhani dalam pidatonya dalam upacara pembukaan proyek industri air dan listrik di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Selasa (28/1/2020).

Dia menambahkan, perlawanan rakyat Iran dan negara-negara di kawasan adalah faktor gagalnya konspirasi AS di Asia Barat (Timur Tengah).

Rouhani juga  mengapresiasi perlawanan rakyat Iran terhadap sanksi AS, terutama dalam dua tahun terakhir, dan mengatakan, musuh membayangkan bahwa di bawah tekanan maksimum terhadap Iran, kemajuan negara itu akan terganggu tetapi hanya dalam tiga bulan terakhir, 133 proyek air dan listrik diresmikan hanya di Tehran.

Terkait dengan tekanan maksimal AS terhadap Iran selama dua tahun terakhir, Rouhani menuturkan, tidak dapat diprediksi bagi orang-orang bijak di dunia bahwa sebuah pemerintah yang menyuarakan klaim atas peradaban namun melakukan praktik-praktik tirani tanpa batas di dunia.

Presiden Iran lebih lanjut menyinggung pemilu parlemen pada bulan mendatang dan menyerukan kepada masyarakat Iran untuk berpartisipasi dalam pemilu ini. Dia menuturkan, pemilu mempengaruhi kebijakan nasional, regional dan internasional.

Peresmian Fase Kedua Instalasi Pengolahan Air ke-7 di kota Pakdasht yang bertujuan untuk menyediakan air minum ke distrik selatan Tehran dan kota-kota tenggara Provinsi Tehran, dihadiri oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Energi Reza Ardakanianin.

Rouhani menandaskan, hari ini, setelah dua tahun sanksi berat dan tekanan ekonomi terhadap rakyat tercinta kita, mereka dengan berani menghadapi tekanan.

"Memang benar bahwa dalam dua tahun ini, kehidupan telah sulit dan kondisinya tidak dapat diprediksi oleh semua orang bijak di dunia," tuturnya.

Presiden Iran juga menyinggung keluarnya AS dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama), dan mengatakan, semua orang bijak di dunia, semua negara, dan semua pihak berwenang tidak berpikir bahwa pemerintah yang mengklaim memiliki peradaban, demokrasi, dan hak asasi manusia ingin melanggar sebuah kesepakatan dan perjanjian dan menindas bangsa besar Iran.

Rouhani menambahkan, tidak ada yang menyangka bahwa rakyat kita akan melawannya.

"Dua pemimpin Eropa mengatakan kepada saya, 'Trump mengatakan kepada kami untuk bersabar menunggu selama tiga bulan dan bahwa Republik Islam akan lenyap dalam tiga bulan mendatang.' Orang-orang dungu itu tidak mengenal kawasan, dan  tidak mengenal rakyat Iran serta tidak memahami betapa pentingnya independensi itu penting bagi rakyat kita," kata Rouhani.

Presiden Iran menjelaskan, mereka tidak ingat dan jika mereka ingat, mereka tidak ingin tetap berada dalam ingatan mereka bahwa rakyat Iran telah mengalami bertahun-tahun penindasan, despotisme dan penghinaan selama era Shah dan mengorbankan semua syuhada. AS, tentu saja, menindas semua bangsa di dunia, di Irak, Afghanistan, dan Yaman. Hanya ada sedikit negara di kawasan yang belum menderita kekejaman mereka. (RA)