Zarif Peringatkan Pengekor Amerika Serikat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78506-zarif_peringatkan_pengekor_amerika_serikat
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran saat bertemu dengan para dubes dan ketua perwakilan serta organisasi asing di Tehran menekankan, "Siapa saja yang bersama Amerika menganggap pahlawan kawasan sebagai teroris, maka ia tidak memiliki masa depan di Asia Barat."
(last modified 2026-04-21T09:03:56+00:00 )
Feb 10, 2020 17:55 Asia/Jakarta
  • Menlu Mohammad Javad Zarif
    Menlu Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran saat bertemu dengan para dubes dan ketua perwakilan serta organisasi asing di Tehran menekankan, "Siapa saja yang bersama Amerika menganggap pahlawan kawasan sebagai teroris, maka ia tidak memiliki masa depan di Asia Barat."

IRNA melaporkan, Mohammad Javad Zarif Senin (10/02) sore di pertemuan yang digelar memperingati kemenangan Revolusi Islam Iran ke 41 di Tehran mengatakan, sejumlah pihak selama 41 tahun berharap Republik Islam tumbang dan berdasarkan pemahaman keliru ini, setiap hari ia melanjutkan kebijakan keliru sebelumnya dan terus mengulanginya.

Zarif seraya menjelaskan interpretasi cacat atau keliru dari realita Iran memicu kebijakan sangat berbahaya mengungkapkan, kehadiran jutaan warga di acara tasyi' jenazah Syahid Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC berserta rekan-rekannya sebuah bukti kebencian rakyat kawasan dan Iran atas kebijakan Amerika Serikat.

Menlu Iran seryaa menjelaskan bahwa Tehran tidak berharap Amerika memahami realita ini, kepada para dubes dan ketua perwakilan serta organisasi asing di Iran mengingatkan, negara-negara Barat harus memahami siapa yang mereka hadapi dan mereka juga harus mengetahui di mana letak kesalahannya serta mengapa mereka melakukan kesalahan.

Zarif juga menjelaskan bahwa rakyat Iran pantas untuk dihormati. "Berbagai negara lebih baik berjalan di alur sejarah yang benar dan bersama rakyat Iran, serta tidak bersama pihak yang menzalimi bangsa ini."

Selasa 22 Bahman 1398 Hs bertepatan dengan 11 Februari 2020, hari kemenangan Revolusi Islam Iran yang dipimpin Imam Khomeini. (MF)