Zarif: Pasca 19 Tahun Menghina Afghanistan, AS Akhirnya Menyerah
-
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran di Twitter pada hari Minggu malam, 1 Maret, merujuk pada penandatanganan perjanjian damai antara Taliban dan Amerika Serikat, menulis, "Sekarang setelah 19 tahun menghina, Amerika Serikat menyerahkan proposal menyerahnya kepada Afghanistan."
Menurut laporan FNA, Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa penjajah Amerika seharusnya tidak menyerang Afghanistan dan menambahkan, "Masalah Amerika baik itu di Afghanistan atau di Suriah, Irak atau Yaman."
"Amerika Serikat bakal meninggalkan kawasan, tetapi meninggalkan kehancuran luas di belakangnya," pungkas Zarif.
Setelah satu tahun pembicaraan intensif AS-Taliban di Doha, ibukota Qatar pada hari Sabtu, 29 Februari, kedua pihak menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Afghanistan.
Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Afghanistan pada tahun 2001 dengan dalih memerangi terorisme dan memberikan keamanan di Afghanistan, tetapi rasa tidak aman, terorisme, dan produksi obat-obatan terlarang di Afghanistan telah tumbuh secara signifikan sejak saat itu.
Pejabat dan rakyat Afghanistan telah berulang kali mengkritik kehadiran pasukan asing pimpinan AS di negara itu dan menyerukan agar orang Amerika meninggalkan Afghanistan.