Iran: Armenia Pertimbangkan Kembali Hubungannya dengan Rezim Zionis
-
Hossein Amir-Abdollahian, Sekjen Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina
Sekretaris jendral Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina di Iran menyebut pengumuman keputusan pemerintah Armenia untuk membuka kedutaan besarnya di Tel Aviv sebagai kejutan.
Hossein Amir-Abdollahian, Sekretaris Jenderal Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina Majlis Syura Islami Iran hari Minggu, 15 Maret, mengutuk normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan non-Arab dengan rezim Zionis, seraya menyatakan harapan bahwa pemerintah Armenia akan mempertimbangkan kembali keputusan dan mengambil tindakan yang dibutuhkan demi membantu rakyat terusir dan tertindas Palestina.
"Tidak diragukan lagi, tindakan ini bertentangan dengan kepentingan rakyat Palestina dan akan berdampak negatif terhadap stabilitas dan keamanan kawasan," ungkap Amir-Abdollahian.
Sekjen Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina juga merujuk pada langkah congkak Zionis untuk menggabungkan Tepi Barat ke wilayah pendudukan, seraya menyebutnya sebagai tindakan agresif yang dapat memperburuk dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Amir-Abdollahian menganggap hubungan persahabatan Tehran-Yerevan merupakan faktor penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan itu. Menurutnya, Iran menekankan hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak-hak penduduk utama Palestina, termasuk Kristen, Muslim dan Yahudi, dan percaya bahwa Zionis bahkan telah menyandera orang Yahudi di wilayah pendudukan.