Stabilitas dan Perdamaian Afghanistan Bergantung pada Pembentukan Pemerintahan Nasional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i79776-stabilitas_dan_perdamaian_afghanistan_bergantung_pada_pembentukan_pemerintahan_nasional
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran prihatin dengan konsekuensi yang tidak terduga dari ketidaksepakatan atas hasil pemilihan presiden Afghanistan pada stabilitas negara dan dampak regionalnya.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Mar 23, 2020 10:59 Asia/Jakarta

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran prihatin dengan konsekuensi yang tidak terduga dari ketidaksepakatan atas hasil pemilihan presiden Afghanistan pada stabilitas negara dan dampak regionalnya.

Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan Minggu sore (22/03/2020) tentang perkembangan politik Afghanistan yang mengadakan dua upacara pelantikan presiden. Menurut pernyataan tersebut, "Iran mengikuti perkembangan politik dan keamanan Afghanistan dengan cermat dan siap memainkan peran yang efektif dalam menyelesaikan masalah Afghanistan."

Abdullah Abdullah dan Ashraf Ghani

Situasi politik di Afghanistan telah menjadi masalah yang kompleks dan berujung krisis politik sejak pemilu presiden lalu diikuti dengan pengumuman kemenangan Mohammad Ashraf Ghani dalam pemilihan, dan pada akhirnya diadakan dua acara pelantikan presiden.

Abdullah Abdullah tidak menerima hasil pemilu presiden Afghanistan, dan karenanya, bersamaan dengan upacara pelantikan Ashraf Ghani di Istana Presiden Arg, Abdullah Abdullah juga mengadakan upacara pelantikan dirinya sebagai presiden.

Setelah langkah ini, Ashraf Ghani menghapus jabatan kepala eksekutif negara itu, yang telah dibentuk pada 2014 bersamaan dengan pembentukan pemerintah persatuan nasional di Afghanistan. Tindakan ini sebenarnya berarti akhir dari pemerintah persatuan nasional di Afghanistan dan kelanjutan dari jalan ini bukan untuk kepentingan perdamaian, stabilitas dan keamanan Afghanistan dan wilayah sekitarnya.

Ketika perpecahan politik di Afghanistan semakin melebar yang berujung pada kedua pemerintah memainkan peran, sebesar itu juga keuntungan berada pada Taliban untuk mengejar tujuannya di balik perjanjian propaganda sepihak dengan Amerika Serikat.

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Taliban telah menjadi keprihatinan bagi kelompok-kelompok simpatik dan tetangga-tetangga Afghanistan. Karena tidak berdasar pada perhatian kelompok-kelompok politik Afghanistan yang berlandaskan perdamaian internal dan dialog antara Afghanistan-Afghanistan serta tidak memberikan stabilitas dan keamanan.

Setiap perjanjian yang tidak konsisten dengan realitas masyarakat Afghanistan dan, di atas segalanya, tidak memberikan manajemen perdamaian di negara ini pada warga Afghanistan sendiri berarti tidak untuk kepentingan nasional dan kepentingan Afghanistan.

Dalam keadaan seperti itu, eskalasi krisis dua kekuatan di Afghanistan akan menggelapkan prospek perdamaian dan stabilitas di negara itu, dan akan menjadi kepentingan Taliban untuk meningkatkan harapan politik mereka.

Dalam hal ini, Pir Mohammad Molazehi, analis senior masalah Afghanistan dalam wawancara dengan IRIB, mengatakan, "Situasi politik di Afghanistan, menyusul perselisihan antara dua tim pemilu presiden yang mengklaim kemenangan sangat menguntungkan Taliban dan situasi ini memberi inisiatif di tangan Taliban."

Kelompok Taliban

Mengingat bahwa setiap pergolakan politik di Afghanistan memiliki implikasi regional, situasi saat ini di Afghanistan tidak terlalu memuaskan bagi negara-negara tetangganya. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Minggu dalam konteks itu patut dipuji yang menyatakan bahwa Iran tetap siap untuk menggunakan kapasitasnya membawa perdamaian dan stabilitas ke negara dan wilayah dalam konteks upaya regional untuk menyelesaikan masalah Afghanistan.

Kelaziman implementasi dan memastikan perdamaian berkelanjutan dan efektif di Afghanistan dalam pembicaraan antara kelompok-kelompok Afghanistan dalam bayang-bayang pemerintah yang komprehensif dengan kehadiran semua faksi politik Afghanistan adalah mungkin.