Peringatan Keras Iran soal Perpanjangan Embargo Senjata
https://parstoday.ir/id/news/iran-i81058-peringatan_keras_iran_soal_perpanjangan_embargo_senjata
Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan tentang perpanjangan embargo senjata dengan mengatakan bahwa langkah seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi AS dan sekutunya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 06, 2020 12:13 Asia/Jakarta
  • Presiden Hassan Rouhani.
    Presiden Hassan Rouhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan tentang perpanjangan embargo senjata dengan mengatakan bahwa langkah seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi AS dan sekutunya.

Berbicara dalam rapat kabinet di Tehran, Rabu (6/5/2020), Rouhani mengatakan dia telah menulis surat kepada para kepala negara Kelompok 4+1 dan menyampaikan kepada mereka bahwa perpanjangan embargo senjata akan menyebabkan kegagalan historis bagi mereka.

"Amerika dan beberapa negara lain harus tahu bahwa Iran tidak akan menerima pelanggaran resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, sama sekali," tegasnya.

Rouhani menambahkan Iran tidak akan menerima pelanggaran resolusi 2231, karena itu adalah hak mutlak Republik Islam untuk menyaksikan penghapusan embargo senjata.

Menurutnya, Washington tahu bahwa Tehran akan segera mencapai kesuksesan dalam mengangkat embargo senjata dalam beberapa bulan ke depan.

Ilustrasi Presiden Donald Trump dan Bendera Amerika-Iran.

"AS baru menyadari dan menyesal telah meninggalkan perjanjian nuklir JCPOA, karena embargo senjata akan dicabut. Rezim Zionis dan Arab Saudi akan segera memberi tahu Trump bahwa Anda keliru meninggalkan JCPOA," tandasnya.

Rouhani menambahkan bahwa pada 8 Mei 2018, AS menarik diri dari JCPOA di bawah tekanan para ekstremis domestik, Israel, dan Arab Saudi. "Ini adalah tindakan bodoh," katanya.

"Mereka membayangkan bahwa jika mereka meninggalkan perjanjian nuklir, kita akan menarik diri juga, tetapi kita tidak melakukannya, dan mimpi Trump tidak menjadi kenyataan," ujar Rouhani.

"Jika AS memutuskan kembali ke perjanjian nuklir untuk menghidupkan mekanisme snapback (sanksi kembali secara otomatis), tidak ada lagi perjanjian nuklir (untuk mereka). JCPOA sudah berakhir untuk AS, kecuali mereka menebus semua kesalahan dan menghapus sanksi,” pungkasnya.

Embargo senjata Iran akan berakhir pada 20 Oktober 2020 berdasarkan perjanjian nuklir JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. Namun, pemerintah AS sedang mencari cara untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. (RM)