Iran Aktualita 13 Juni 2020
-
Rahbar Ayatullah Khamenei
Perkembangan Iran pekan ini diwarnai sejumlah peristiwa penting seperti pesan duka Rahbar atas meninggalnya mantan sekjen Jihad Islam Palestina Ramadan Shalah.
Selain itu respon komandan IRGC terkait meninggalnya Ramadan Shalah, tanggapan jubir pemerintah Iran atas permintaan berunding Donald Trump, tanggapan Rahbar mengenai pengiriman bensin ke Venezuela.
Rahbar Kirim Pesan Duka atas Meninggalnya Sekjen Jihad Islam Palestina
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengirim ucapan belasungkawa atas meninggalnya mantan sekjen Jihad Islam Palestina, Ramadan Abdullah Shalah.
Ayatullah Khamenei Senin (8/6/2020) di pesan dukanya kepada bangsa Palestina , seluruh pejuang dan Jihad Islam Palestina atas meninggalnya Ramadan Shalah mengingatkan, gerakan muqawama Palestina telah kehilangan sosok yang sangat jujur dan penting.
Rahbar juga berharap melalui hidayah dan bantuan Ilahi, upaya jihad para pengganti yang layak dan penerus jalan pejuang seperti Fathi Shaqaqi dan Ramadan Shalah akan mampu menutupi kerugian ini.
Ramadan Shalah, mantan sekjen Jihad Islam Palestina setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya akhirnya pada hari Sabtu (6/6/2020) menghembuskan nafas terakhirnya.
Sejumlah petinggi Republik Islam Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, Menlu Mohammad Javad Zarif, Penasihat Rahbar Ali Akbar Velayati dan Sekjen Forum Dunia Kebangkitan Islam, Hamid Shahriari, Sekjen Forum Internasional Pendekatan antar-Mazhab Islam, Komandan IRGC Mayjen. Hossein Salami serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di pesan terpisahnya juga mengucapkan belasungkawa kepada rakyat Palestina atas meninggalnya Ramadan Shalah.
Salami: Muqawama Tidak Akan Lupakan Cita-cita Luhur Ramadan Shalah
Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Hossein Salami seraya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya mantan sekjen Jihad Islam Palestina, Ramadan Abdullah Shalah mengatakan, muqawama tidak akan pernah melupakan cita-cita luhur Shalah.
Seperti ditulis laman Sepah News Senin (8/6/2020), Mayjen Salami di pesan dukanya kepada Ziyad al-Nakhalah, sekjen Jihad Islam Palestina bertepatan dengan meninggalnya Ramadhan Abdullah Salah menulis, meninggalnya pejuang besar tan tak kenal lelah intifada Palestina ini membuat Saya dan seluruh anggota Sepah Pasdaran Iran sedih.
"Tak diragukan lagi geografi muqawama dan intifada Palestina tidak akan pernah melupakan nama dan cita-cita tinggi pejuang mulia yang mengingatkan tekad serta resistensi tak kenal lelah rakyat Palestina serta memberi secercah harapan bagi pembebasan al-Quds dan masa depan yang gemilang," kata Salami.
Menurutnya nama Ramadan Abdullah Shalah akan selalu dikenang di sejarah bangsa Palestina bersama Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Fathi Shaqaqi.
Ramadan Abdullah Shalah, mantan sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit yang dideritanya, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada hari Sabtu (6/6/2020).
Rabiei: Seruan Trump untuk Berunding, sebuah Pertunjukan
Juru bicara pemerintah Iran seraya mengisyaratkan usulan Presiden AS Donald Trump untuk berunding dengan Tehran mengatakan, ajakan Trump untuk berunding dan meraih kesepakatan sekedar pertunjukan.
Donald Trump Jumat (5/6/2020) di akun Twitternya kepada petinggi Iran menulis, "Jangan menunggu sampai setelah pemilihan AS untuk mencapai kesepakatan besar."
Trump seraya mengklaim bahwa ia akan menang di pilpres 2020 menambahkan, kalian akan meraih sebuah kesepakatan yang lebih baik.
Ali Rabiei Senin (8/6/2020) saat jumpa pers seraya menjelaskan bahwa Tehran tidak memiliki urusan dengan pemilu di Amerika dan masalah ini berkaitan dengan isu internal Washington menambahkan, Iran bertindak sesuai dengan kepentingan nasionalnya dan bagi Tehran tidak penting siapa yang bakal menang di pemilu Amerika.
Seraya mengisyaratkan keluarnya AS dari JCPOA, Rabiei mengungkapkan, Amerika jika ingin bernegosiasi dengan Iran, maka ia harus kembali meja yang telah ditinggalkannya.
Jubir pemerintah Iran juga mengaku puas atas pembebasan tiga ilmuwan Iran dari penjara Amerika dan berharap proses pembebasan tahanan Iran di Amerika terus berlanjut.
Seraya menjelaskan bahwa Iran sepenuhnya siap untuk pertukaran tahanan, Rabiei menegaskan, tanggung jawab atas keterlambatan ini berada di pundak pemerintah AS.
Rahbar: Kirim Bensin ke Venezuela, Awak Tanker Iran Berjihad
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya berterimakasih atas gerakan jihad para kapten dan seluruh awak kapal tanker Iran yang membawa bahan bakar ke Venezuela.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (8/6/2020) kepada para kapten dan awak kapal tanker Iran mengatakan, semoga Allah Swt selalu memberikan kekuatan kepada Anda semua, para kapten dan awak kapal tanker Iran, Anda telah melakukan pekerjaan besar, gerakan yang Anda lakukan adalah gerakan jihad, kalian telah membuat bangsa ini bangga.
Baru-baru ini Iran mengirim lima kapal tanker berisi bensin ke Venezuela meski ditekan sanksi ilegal Amerika Serikat. Para pengamat menyebut langkah ini sebagai keberhasilan besar bagi Iran.
Berkat kiriman bensin Iran ini, sekarang pemerintah Venezuela kembali dapat mendistribusikan bahan bakar yang diperlukan warganya di seluruh penjuru negara dengan sistem baru.
Di sisi lain, satu persatu kapal tanker Iran mulai kembali dari Venezuela setelah sukses menjalankan tugasnya.
Agen CIA-Mossad yang Menyebabkan Letjen Soleimani Gugur, akan Digantung
Juru bicara Mahkamah Agung Iran, Gholamhossein Esmaili mengatakan agen Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) dan Dinas Intelijen rezim Zionis (Mossad) akan dihukum gantung.
Esmaili dalam konferensi pers di Tehran, Selasa (9/6/2020) menambahkan bahwa berkat tindakan dan kewaspadaan pasukan keamanan Iran, salah satu agen CIA dan Mossad atas nama Sayid Mahmoud Mousavi Majd telah ditangkap.
“Dia menerima imbalan dolar untuk mengumpulkan informasi keamanan terutama menyangkut Angkatan Bersenjata Iran, Unit Quds Pasdaran, dan titik keberadaan Letnan Jenderal Syahid Qassem Soleimani, dan informasi ini kemudian diserahkan kepada CIA dan Mossad. Dia telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Revolusi Islam,” tegasnya.
Dia mencatat bahwa putusan telah diverifikasi oleh Mahkamah Agung Iran dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Di bagian lain, Esmaili berbicara tentang proses pembebasan warga Amerika, Michael White yang dipenjara di Iran dan mengatakan, ini adalah sebuah aksi kemanusiaan dalam kerangka hukum peradilan dengan mempertimbangkan pandangan para pakar Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran.
“Penjara dan tahanan berada di bawah Mahkamah Agung Iran dan pertukaran apapun tidak akan terjadi tanpa pertimbangan lembaga ini,” tandasnya.
Mengenai perkembangan kasus jatuhnya pesawat Ukraina, Esmaili menerangkan enam orang telah ditangkap dalam kasus ini dan Mahkamah Agung Iran akan bersikap tegas dan serius dalam menangani kasus tersebut.
Rouhani: Iran Patahkan Lutut AS yang Ingin Remukkan Lehernya
Presiden Iran mengatakan, bangsa Iran akan mematahkan lutut Amerika Serikat yang ingin meremukkan lehernya.
Fars News (10/6/2020) melaporkan, Hassan Rouhani, Rabu (10/6) pagi dalam rapat kabinetnya menuturkan, dalam empat bulan terakhir kehidupan rakyat Iran mendapat tekanan hebat di bidang ekonomi, namun jika dibandingkan dengan negara-negara yang tidak disanksi, ketangguhan rakyat Iran patut dipuji, dan dicatat sejarah.
Presiden Iran menekankan masalah kesehatan rakyat Iran sebagai prioritas pemerintah. Menurutnya, karena pelonggaran pembatasan, dan pembukaan kembali pusat-pusat aktivitas publik, maka masyarakat Iran harus melanjutkan perang melawan Corona dengan hati-hati dan menjaga diri masing-masing.
Rouhani mengaku gembira karena Covid-19 berhasil dikontrol di Iran kecuali di beberapa provinsi. Di beberapa provinsi ini, kata Rouhani, sudah dilakukan upaya keras agar keluar dari zona merah, dan kondisi lebih baik.
"Jelas Corona tidak akan hilang di musim panas, karena cuaca panas tidak berpengaruh pada virus ini, instansi pemerintah harus mengawasi realitas tersebut. Semua kementerian, mulai dari kesehatan, industri, kehakiman dan asosiasi pelaku usaha harus memperhatikan masalah ini, bahwa pelonggaran pembatasan di Iran dapat diterapkan dengan syarat masyarakat mematuhi aturan," pungkasnya.