Rouhani: IAEA harus Pertahankan Independensinya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82619-rouhani_iaea_harus_pertahankan_independensinya
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani seraya mengisyaratkan resolusi Dewan Gubernur IAEA anti Iran mengatakan, "IAEA seraya mempertahankan independensinya jangan sampai menyimpang dari rute legalnya di bawah represi Amerika dan rezim Zionis Israel."
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Jun 24, 2020 12:52 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani
    Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani seraya mengisyaratkan resolusi Dewan Gubernur IAEA anti Iran mengatakan, "IAEA seraya mempertahankan independensinya jangan sampai menyimpang dari rute legalnya di bawah represi Amerika dan rezim Zionis Israel."

Hassan Rouhani Rabu (24/6/2020) di sidang kabinet menambahkan, rezim Zionis dan Amerika dengan menggulirkan isu yang berhubungan dengan 20 tahun silam, menginginkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) keluar dari misi utamanya.

Presiden Iran menilai menjaga posisi IAEA sangat penting bagi sistem internasional dan menegaskan, landasan kerja Irak adalah kerja sama dengan IAEA, namun jika diperlukan, Iran akan memberi jawaban tegas atas perilaku lembaga ini.

Saat menyinggung laporan IAEA terkait kepatuhan Iran terhadap komitmen JCPOAnya, Rouhani menambahkan, Iran tetap siap menerima pengawasan legal IAEA di koridor ketentuan dan tetap memiliki kerja sama yang erat.

"Eropa tetap tidak menjalankan kewajiban sahnya dan juga komitmennya sebelum serta sesudah keluarnya AS dari JCPOA. Tak hanya itu, Eropa juga tidak meminta maaf baik melalui telepon atau langsung, tapi saat ini ketika Israel dan Amerika menciptakan kondisi, Iran berharap Eropa tidak menyerah kepada represi Washington dan tetap mempertahankan independensinya," kata Rouhani seraya mengisyaratkan pelanggaran Eropa terhadap komitmen JCPOAnya.

Saat menjawab klaim dan propaganda AS terkait kesiapannya berunding dengan Iran, Rouhani mengungkapkan, Tehran menyadari bahwa ini sekedar basa-basi tanpa dasar yang digulirkan karena Amerika menghadapi pemilu dan terlilit masalah ini. (MF)