Rouhani: Iran tidak butuh Pinjaman Asing atau Dalam Negeri
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani seraya mengisyaratkan dampak virus Corona terhadap kondisi ekonomi negara-negara dunia saat ini mengatakan, pemerintah Iran meski mendapat sanksi tapi tidak membutuhkan dana pinjaman dari asing ataupun dalam negeri.
Hassan Rouhani Ahad (28/6/2020) saat sidang badan nasional penanganan Corona menambahkan, negara-negara yangt idak mendapat sanksi atau represi ekonomi, setelah pandemi Corona menghadapi kondisi buruk ekonomi. Contohnya adalah kebijakan pemerintah Inggris mengajukan hutang selama hari-hari ini sekitar 273 juta Pound Sterling.
Seraya menjelaskan bahwa di berbagai negara dunia pengobatan Corona dibebankan kepada pasien, tapi Iran dalam hal ini tidak melakukannya.
Lebih lanjut Rouhani mengingatkan bahwa pemerintah Iran mampu memanajemen kondisi ekonomi negara ini meski mendapat sanksi dan di kondisi Corona.
Presiden Iran juga mengisyaratkan serangan teroris tahun 1981 di Tehran yang menggugurkan Syahid Beheshti, ketua Mahkamah Agung Iran beserta 72 pejabat negara ini. "Saat itu, Amerika bersama Saddam Hussein, rezim Baath Irak serta kelompok teroris Mujahedin-e Khalq (MKO) merupakan segitiga buruk anti Iran," papar Rouhani.
28 Juni 1981, Dr. Mohammad Beheshti bersama 72 pejabat pemerintah Iran gugur syahid dalam sebuah ledakan teror.
Pasca aksi teror ini di kalender nasional Iran, mulai tanggal 21-27 Juni diperingati sebagai Pekan Kehakiman Nasional Republik Islam Iran. (MF)