Rahbar: Islam Model Independen untuk Bangun Pemerintahan
Islam sebagai prototipe, model dan contoh yang independen untuk membangun pemerintahan dan masyarakat berdiri di atas tiga landasan iman, ilmu dan keadilan.
Semboyan dan orientasi Republik Islam Iran, sesuai dengan prototipe ini, berlandaskan pada tiga asas tersebut.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pidatonya menyambut Pekan Pemerintah Iran, Minggu (23/8/2020) yang dilakukan melalui konferensi video dengan Presiden Iran dan jajaran kabinetnya, menekankan prototipe ini, dan memberikan gambaran jelas tentang tanggung jawab, dan kerja keras pejabat pemerintah untuk mencapai cita-cita Republik Islam Iran.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam kesempatan itu menyinggung poin kunci dan penting bahwa perekonomian negara atas alasan apapun tidak boleh tergantung pada transformasi luar negeri. Ia menuturkan, perencanaan ekonomi negara tidak boleh menunggu pencabutan sanksi atau hasil pemilu satu negara tertentu, karena ini sebuah kesalahan strategis.
Rahbar menegaskan, kita harus bersikap seolah-olah sanksi misalnya masih akan berlanjut hingga 10 tahun ke depan, maka dari itu perhatian harus dipusatkan pada kapasitas, dan fasilitas dalam negeri, mungkin saja mereka mengambil keputusan, dan kita memanfaatkannya, namun masalah ekonomi negara tidak boleh bergantung pada transformasi luar negeri.
Iran sekarang berada pada posisi yang stabil meski terus disanksi dan dihadapkan pada berbagai tantangan, Iran juga mampu mengatasi kesulitan, dan sekarang dengan kokoh membangun negara serta berdiri melawan arogansi global.
Pidato Ayatullah Khamenei kali ini penting dilihat dari solusi penyelesaian masalah ekonomi, dan upaya melewati segala bentuk rintangan yang dihadapi Iran.
Penekanan Rahbar pada masalah-masalah seperti produksi, investasi, menjaga nilai mata uang nasional, dan menghindari penjualan serta ekspor bahan mentah seperti produk minyak, dan batu berharga hasil tambang, menunjukkan visi mendalam dan strategis Rahbar terhadap kapasitas makro ekonomi, dan aset dalam negeri yang dalam Langkah Kedua Revolusi harus mendapat perhatian serius dan dikerjakan secara profesional.
Dari sini pidato Ayatullah Khamenei harus dianggap seperti lentera pembimbing untuk menghadapi berbagai permasalahan yang disertai model pemerintahan sukses berlandaskan nilai-nilai akhlak, agama dan sosial, pada saat yang sama dibarengi kekuatan dan independensi di berbagai dimensi yang muncul menantang model-model pemerintahan di Barat.
Kepada jajaran pemerintahan Iran, Rahbar mengatakan, kinerja Anda dapat menunjukkan prototipe unggul ini kepada masyarakat dunia, dan alasan permusuhan serta ketakutan kubu imperialis terhadap Republik Islam Iran, juga karena masalah ini.
Dari sudut pandang lain, pidato Rahbar menganalisa dan membandingkan model pemerintahan Islam dengan model-model pemerintahan Barat yang hari ini sedang dirundung banyak masalah, dan menunjukkan tanda-tanda keruntuhannya.
Ayatullah Khamenei menggarisbawahi kegagalan berbagai aliran politik buatan manusia dalam mengelola masyarakat, dan Amerika Serikat sebagai sebuah model nyata kegagalan ini.
"Nilai-nilai kemanusiaan seperti kesehatan, keadilan dan keamanan di Amerika dinjak-injak sedemikian rupa lebih dari tempat lain, kesenjangan sosial di sana mengerikan, jumlah orang kelaparan dan gelandangan di Amerika lebih banyak dari negara lain di dunia, menurut rilis sejumlah rival dalam kampanye pemilu, satu dari lima anak Amerika kelaparan, pada saat yang sama ketidakamanan dan angka kejahatan di Amerika sangat tinggi," paparnya.
Menurut Rahbar berkuasanya orang-orang yang justru mempermalukan Amerika sendiri, adalah tanda lain kegagalan model buatan manusia, dan utopia para pendukung Westernisasi yang mulai runtuh itu.
"Model independen Islam untuk mambangun pemerintahan dan masyarakat, berdiri di atas tiga asas iman, ilmu dan keadilan, dan kita masih tertinggal jauh dari ketiganya, namun di Republik Islam Iran, semboyan-semboyan dan orientasi berdasarkan asas ini, dan memiliki model-model manusia martir seperti Behehsti, Motahari, Bahonar, Rajaei, dan Soleimani. (HS)