Badan Energi Atom Internasional Dekati Iran, Apa Pasal ?
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84675-badan_energi_atom_internasional_dekati_iran_apa_pasal
Kerja sama Iran dan Badan Energi Atom Internasional, IAEA selalu didasarkan pada komitmen internasional, dan dalam kerangka teknis serta profesionalisme. Meski demikian, sikap IAEA yang dipengaruhi tekanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan banyak pertanyaan dan keraguan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 27, 2020 05:23 Asia/Jakarta

Kerja sama Iran dan Badan Energi Atom Internasional, IAEA selalu didasarkan pada komitmen internasional, dan dalam kerangka teknis serta profesionalisme. Meski demikian, sikap IAEA yang dipengaruhi tekanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan banyak pertanyaan dan keraguan.

Lawatan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi ke Tehran mungkin bisa membantu menjawab sebagian pertanyaan tersebut.

Evaluasi akurat terkait hasil kunjungan pertama Grossi sebegai dirjen IAEA ke Iran membutuhkan waktu. Walaupun demikian, hasil negosiasi Grossi dengan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, AEOI, juga dengan Menteri Luar Negeri Iran, dapat disimpulkan dalam tiga poin.

Pertama, penekanan kedua pihak untuk memulai fase baru yang di dalamnya kerja sama Iran dan IAEA akan ditingkatkan.

Kedua, dialog terkait masalah teknis dan sistem perlindungan IAEA atau IAEA Safeguards di Tehran, dinilai konstruktif oleh kedua pihak, dan IAEA berjanji akan menjalankan tugasnya secara profesional dan independen.

Ketiga, transparansi adalah harapan Iran dan IAEA. Menlu Iran Mohammad Javad Zarif terkait hal ini memperingatkan, sebagian pihak berusaha menghilangkan transparansi ini lewat tekanan untuk membuka kembali masalah-masalah yang sudah selesai.

Ketiga indikator di atas menunjukkan bahwa lawatan Dirjen IAEA ke Tehran konstruktif, namun dari sisi lain, pengalaman menunjukkan bahwa kinerja IAEA dalam masalah nuklir Iran, tidak pernah lepas dari politisasi.

Mungkin karena hal itu pula, Rafael Grossi dalam jumpa pers bersama Kepala AEOI, Ali Akbar Salehi ditanya wartawan mengapa semenjak ia menjabat Dirjen IAEA, sikap lembaga ini menjadi lebih politis.

Rilis resolusi-resolusi politis yang bersandar pada klaim fiktif Amerika dan rezim Zionis Israel, padahal keduanya merupakan pelanggar kesepakatan nuklir, membenarkan kenyataan ini.

Dirjen IAEA dalam jumpa persnya juga mengakui adanya tekanan terahadap lembaga ini, tapi ia mengaku tidak akan membiarkan tekanan-tekanan itu mempengaruhi kinerja IAEA sepanjang ia bisa mencegahnya.

Secara umum lawatan pertama Dirjen IAEA ke Iran yang dilakukan setelah satu persatu kebijakan Amerika gagal, dapat menjadi fase baru dalam kerja sama IAEA dan Iran.

Oleh karena itu kedua pihak baik Iran maupun IAEA, berharap dengan diselesaikannya berbagai friksi berlandaskan kepercayaan timbal balik, kerja sama Iran-IAEA dalam kerangka sistem perlindungan, dan niat baik, dapat dilanjutkan, tapi banyak poin yang mesti diselesaikan terlebih dahulu.

Sehubungan dengan hal ini, Wakil tetap Iran di organisasi-organisasi internasional yang bermarkas di Wina, Kazem Gharibabadi menegaskan, penting untuk meyakinkan Iran bahwa IAEA akan bekerja berlandaskan tiga prinsip netralitas, independensi dan profesionalitas, dan dalam masalah-masalah sistem perlindungan, ia tidak akan bertindak melampaui standar, evaluasi dan data independensinya. (HS)